Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan groundbreaking tanda dimulainya pembongkaran tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu, 14 Januari 2026.
Gubernur Pramono Anung menginstruksikan Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk melakukan pembongkaran tiang monorel yang sudah mangkrak dua dekade.
Pramono mengatakan pembongkaran dimulai pada Rabu hari ini dan ditargetkan rampung pada September 2026.
Ia menjelaskan, pembongkaran tiang monorel ini dilakukan karena telah mengganggu estetika Kawasan Kuningan.
"Hari ini bersama dengan Bang Yos, Bapak Sutiyoso, dengan Kajati Bapak Wakajati, dan juga dari KPK Bapak Tiar, melakukan penataan jalan Rasuna Said yang dimulai dengan memotong tiang monorel yang sudah 21 menginjak 22 tahun," kata Pramono saat pembongkaran monorel di bawah Stasiun Setiabudi, Kuningan, pada Rabu, 14 Januari 2026.
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) ini pun menyampaikan terima kasih kepada Kejaksaan Tinggi DKI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah mendukung proses pembongkaran ini.
"Kajati DKI Jakarta yang telah memberikan support sepenuhnya untuk melakukan penataan jalan Rasuna Said ini dan juga KPK," ujarnya.
"Karena pada waktu itu secara khusus saya juga melaporkan kepada KPK supaya tidak ada permasalahan di kemudian hari," ucapnya menambahkan.
Pramono mengungkapkan, terdapat 109 tiang monorel yang bakal dibongkar di sepanjang Jalan Rasuna Said.
"Dengan ujung jalan Rasuna Said sampai Hotel Grand Melia, semuanya akan ditata rapi. Saya meyakini ini akan membuat jalan Rasuna Said menjadi jalan yang semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang," ujarnya.
Sebagai informasi, pembongkaran tiang monorel turut dihadiri oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta Patris Yusrian Jaya, dan Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK Brigjen Pol Bachtiar Ujang Purnama. []