Jakarta - PT Tri Arga Makmur Sentosa (PT TAMS) pada tahun 2023 ini telah bekerja sama dengan insan Diksi yang merupakan gabungan dari beberapa perguruan tinggi melalui program Matching Fund (MF) untuk meningkatkan kapasitas (scale up) produksi gula sehat stevia.
Kegiatan ini berlangsung di kawasan De Primaterra Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Sabtu, 7 Oktober 2023.
Perguruan tinggi yang terlibat dalam kegiatan itu, di antaranya Universitas Binawan, Universitas Bung Karno, Universitas Sahid, Universutas Terbuka, dan Cyber Indonesia.
Kegiatan ini membawa tema "Scale Up Produksi Gula Sehat Stevia Berbasis Keamanan Pangan (HACCP) dan Ketepatan Teknologi (IoT) untuk Pemenuhan Kebutuhan Ekspor".
PT Tri Arga Makmur Sentosa merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang ekspor produk olahan dengan bahan baku gula stevia.
Sementara, gula stevia merupakan gula yang dapat dikonsumsi untuk mengurangi kadar gula darah.
Direktur PT Tri Arga Makmur Sentosa, Teguh Sumarsono mengatakan bahwa produksi gula stevia dapat mengurangi penderita diabetes di Indonesia, bahkan dunia dengan harga yang terjangkau.
Pada 2021, International Diabetes Federation (IDF) mencatat 537 juta orang dewasa (umur 20-79 tahun) atau 1 dari 10 orang di seluruh dunia, hidup dengan diabetes.
Diabetes juga menyebabkan 6,7 juta kematian atau 1 kematian setiap 5 detik. Sedangkan di Indonesia penderita diabetes meningkat pesat dalam sepuluh tahun terakhir.
Jumlah tersebut diperkirakan dapat mencapai 28,57 juta pada 2045 atau lebih besar 47 persen dibandingkan dengan jumlah 19,47 juta pada 2021.
Kondisi inilah, lanjutnya, yang menginspirasi PT TAMS dalam memproduksi gula rendah kalori (GUREKA) dengan bahan baku utama menggunakan ekstrak daun stevia.
Salah satu kegiatannya, yakni melakukan pelatihan awareness penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) yang merupakan prasyaratekspor hasil produksi gula stevia PT TAMS.
Selanjutnya, Ketua Program MF PT TAMS, Dr Uci Sulandari Ssi Msi menyebutkan bahwa Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan kesadaran dan pengetahuan peserta terhadap bahaya fisikia, kimia dan biologi yang dapat memapar produk gula stevia pada proses produksi.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai PT TAMS serta beberapa mahasiswa Universitas Binawan.[]