Aceh - Sejumlah wilayah di Aceh diterjang banjir bersamaan dengan wilayah yang ada di Sumut dan Sumbar sejak 25 November 2025 lalu.
Warga paling menderita ada di desa terisolir. Akses jalan ke wilayah mereka praktis putus sehingga menyulitkan pemerintah dan berbagai pihak menyalurkan bantuan.
Namun hal itu tidak menyurutkan semangat pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Aceh, dengan semangat kemanusiaan berupaya menembus sejumlah desa terisolir guna menyalurkan bantuan, khususnya makanan, minuman, dan obat-obatan.
Salah satu kabupaten terparah akibat banjir bandang ada di Kabupaten Bireuen dan sekitarnya.
Ketua DPW PSI Aceh, Zulkarnaini Syeh Joel bersama kader dan pengurus lainnya bergerak melakukan distribusi bantuan yang sudah dilakukan sejak hari pertama bencana.
Pada Senin, 1 Desember 2025, relawan PSI Aceh menyalurkan bantuan berupa beras, minyak goreng, mineral, indomie dan ikan sarden untuk 8 dapur umum di desa terparah terkena imbas banjir dan bahkan ada yang terisolir.
"Ke delapan dapur umum itu tersebar di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Jangka, Kecamatan Peusangan, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen,” katanya, Selasa, 2 Desember 2025.
Tim Relawan PSI Aceh kemudian bergerak ke posko utama di Desa Pulo Ara Meunasah Gadong pada malam harinya. Sejumlah bantuan diterima dalam bentuk barang berupa beras, roti, susu, air mineral.
Hanya satu jam setelah tiba, bantuan tersebut langsung disalurkan ke anak-anak yang mengungsi di Masjid Agung Sultan Jeumpa. Bantuan yang disalurkan oleh relawan PSI berupa susu, roti dan air mineral.
“Kami serahkan kepada anak-anak dari keluarga yang berasal dari Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, mereka terpaksa harus mengungsi lantaran jalan akses utama ke daerah tersebut putus total akibat jembatan rubuh di seputar Desa Juli,” terangnya.
Menurut Zulkarnaini, kendala terbesar dalam distribusi bantuan adalah akses jalan rusak dan jembatan penghubung yang putus.
“Kendala saat pendistribusian adalah di jalan yang kita lalui, ada jembatan penghubung antar desa dan kecamatan putus, sehingga perlu alternatif lain yang bisa menembus ke titik bagi bantuan,” ungkapnya.
PSI mencatat beberapa kebutuhan utama warga. Selain bahan pokok makanan, semisal beras, ikan atau telur, saat ini warga membutuhkan obat obatan, untuk kaum ibu.
“Terutama yang memiliki anak anak balita, sangat dibutuhkan adalah kebutuhan bayi, semisal susu, pampers, atau bubur untuk bayi,” jelasnya.
Zulkarnaini menekankan perlunya pakaian bersih dan alat berat untuk membersihkan akses jalan. Lumpur banjir yang sudah mengering, berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
“Oleh karena itu, butuh dukungan semua pihak agar jalanan di desa yang berimbas banjir perlu segera dibersihkan,” ungkapnya.
Saat ini relawan masih memprioritaskan penyaluran bantuan. Selain itu, PSI Aceh juga mulai menyiapkan kegiatan gotong royong untuk membantu warga membersihkan rumah dan lingkungan terdampak.
“Saat ini, PSI Aceh fokus pada pendistribusian bantuan berupa bahan makanan, lantaran yang menurut kami masih ada kekurangan makanan dan kebutuhan lainnya, terlebih daerah yang sulit dijangkau,” tutupnya. []