Jakarta - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Golkar H. Ramly Hi Muhamad memuji kesigapan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, yang menurutnya dapat dijadikan role model bagi dinas-dinas lain di bawah Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta.
Seperti diketahui, Komisi E DPRD DKI Jakarta membawahi bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), yang meliputi Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), dan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
"Sini yang paling terbaik adalah dinas kesehatan. Saya ingin seluruh dinas harus sama dengan dinas kesehatan," kata Ramli saat diwawancarai di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Selasa, 20 Januari 2026.
Ramli mengungkapkan maksud dalam menilai kinerja Dinas Kesehatan DKI Jakarta laik menuai pujian.
Alasannya, dinas tersebut paling responsif dalam menangani pasien yang membutuhkan pertolongan. Terlebih, jika direktur utama (Dirut) sudah turun tangan.
"Kalau Dinas Kesehatan, masuk rumah sakit. Masyarakat kasih tahu tolong ini. Dirut, tolong, selesai," ucap Ramli yang merupakan Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta itu.
Hal ihwal mengenai kesehatan, menurut dia, tentu saja berbeda dengan persoalan perbaikan jalanan rusak. Semisal, apabila keluhan jalanan rusak dilaporkan hari ini, maka perbaikan bisa saja dilakukan pada tahun berikutnya, menyesuaikan dengan anggaran yang sudah disetujui dalam APBD DKI.
"Sekarang saya contoh. Kenapa saya bilang terbaik. Umpamanya ada jalan rusak, atau menegur rusak. Masyarakat lapor. Bisa enggak kita tegur? Tegur bisa, tapi satu tahun lagi akan datang baru diperbaiki. Ya kan? Tahun depan anggaran baru bisa," ucapnya.
Sementara di bidang kesehatan, contohnya apabila ada korban kecelakaan lalu lintas yang tidak memiliki BPJS Kesehatan, tetap dapat terlayani di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Pasien datang ke rumah sakit, tidak punya BPJS, korban kecelakaan, atau kasus darurat, tetap dilayani. Sekali telepon, langsung klir. Itu saya alami sendiri. Kalau semua dinas bekerja seperti itu, masyarakat sangat diuntungkan," ujar Ramly.