News Selasa, 31 Januari 2023 | 18:01

Relawan Jokowi Dukung Rencana Reshuffle Kabinet Jelang Akhir Masa Jabatan

Lihat Foto Relawan Jokowi Dukung Rencana Reshuffle Kabinet Jelang Akhir Masa Jabatan Jokowi diminta reshuffle jelang akhir masa jabatan. (Foto: Ilustrasi)
Editor: Rio Anthony

Jakarta - Isu reshuffle menteri-menteri kabinet Indonesia Maju mencuat. Relawan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dukungannya atas rencana ini.

Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer menyatakan dukungannya pada isu reshuffle ini. Ia menilai ada beberapa menteri yang memiliki kinerja yang buruk.

"Ada beberapa menteri yang kinerjanya sangat buruk, kemudian kemungkinan untuk reshuffle sangat tinggi karena kita lihat Pak Presiden dengan kepemimpinan terakhirnya, mau legacy-nya bagus di mata rakyat dan kita lihat beberapa menteri kinerjanya sangat buruk sekali," kata Noel saat dihubungi, Selasa 31 Januari 2023.

Ia juga secara gamblang menyebut beberapa menteri yang menurutnya tidak becus, salah satunya Menkominfo Johnny G Plate.

"Pertama semestinya dievaluasi yang pasti Menkominfo, kedua ada juga menteri yang sibuk teriak-teriak tiga periode dan penundaan Pemilu," paparnya.

Noel berpendapat pemanggilan sejumlah ketua umum (ketum) partai politik (parpol) ke Istana Negara berkaitan dengan reshuffle.

Diketahui, beberapa ketum parpol diundang ke Istana, salah satunya Ketum NasDem Surya Paloh.

"Peristiwa itu saya yakin ada keterkaitan dengan kejadian kemarin, berapa sampai ditangkap itu kan tingkat direktur ya kalau nggak salah. Menkominfo itu, saya pikir arahnya ke sana," tegas Noel.

"Kemungkinan bisa terjadi reshuffle, paling kita lihat berdasarkan partai-partai yang tidak menginginkan NasDem di kabinet, minta kabinetnya NasDem out dari pemerintah Jokowi," imbuhnya.

Menurutnya, hal ini terkait dengan perbedaan pilihan politik NasDem dan Jokowi pada capres 2024. Kendati demikian, ia yakin Jokowi mengganti menterinya berdasarkan kinerja.

"Posisi tidak baik juga, tidak mendidik secara politik. Tapi, banyak orang punya kepentingan lah terhadap posisi kementerian. Tapi kalau Jokowi pertimbangannya bukan soal itu, tapi lebih ke kinerja," kata Noel.

Sementara itu, Sekjen Kornas Akhrom Saleh menyatakan dukungannya terhadap reshuffle ini.

Ia juga membandingkan masa akhir jabatan Jokowi dengan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, Jokowi perlu mengganti menteri yang sudah `offside`.

"Dulu semasa Pak SBY jelang berakhir masa jabatannya banyak menteri terkesan meninggalkannya. Oleh sebab itu, sebelum hal itu terulang lagi di masa Pak Jokowi, sebaiknya mereka menteri yang `offside` dan tidak menunjukkan ketaatannya kepada Presiden sebaiknya jangan ditunda lagi untuk perombakan kabinet," tutur Akhrom.

Ia mengatakan menteri-menteri yang memiliki kinerja kurang maksimal sebaiknya diganti.

"Kami Kornas Jokowi prinsipnya setuju apabila Pak Jokowi lakukan reshuffle lagi, terutama dengan menteri-menteri yang kurang maksimal dalam membantu kerja-kerja presiden," kata Akhrom.

Ketum Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) Utje Gustaaf juga berpendapat serupa. Jika memang terjadi, ia berharap reshuffle ini berbasis kinerja mereka.

"Saya nggak terlalu yakin akan ada reshuffle di Rabu Pon, 1 Februari 2023. Jikapun terjadi, saya berharap berbasis kinerja, loyalitas, dan integritas," tutur Utje.

Lanjutnya, ia juga berpendapat bahwa menteri yang merasa tak sejalan dengan Jokowi sebaiknya mundur dari jabatannya.

"Jika anggota kabinet merasa tidak bisa lagi bekerja sama, sudah merasa tidak nyaman, dan sudah merasa berbeda sikap politik, memang sebaiknya mengundurkan diri," ujar Utje.

Diketahui, beredar kabar isu reshuffle pada Rabu Pon, 1 Februari. Ketika dimintai keterangan terkait isu tersebut, Jokowi hanya meminta menunggu. []

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya