Jakarta - Grup band rock alternatif SIEMENTS kembali mengukuhkan eksistensinya di kancah musik Indonesia lewat perilisan EP terbaru bertajuk House of Vultures. Karya ini menjadi penanda keberanian musikal mereka dalam mengeksplorasi tema-tema sosial dan dinamika kehidupan urban dengan pendekatan yang intens dan penuh energi.
Berisi lima trek yang dinamis, EP ini menyuguhkan perjalanan emosional yang kontras, antara kemarahan dan refleksi, kebisingan dan keheningan. Kelima lagu dalam EP ini adalah Sparks of Sorrows, Women in the Fields, Mass Murder, 98, dan House of Vultures.
Masing-masing lagu membawa pendengar ke dalam atmosfer yang berbeda, namun tetap dalam satu benang merah, yakni kegelisahan akan realitas sosial yang kompleks.
Lagu 98 menjadi sorotan utama dalam EP ini. Dengan karakter yang agresif dan lirik yang jujur, lagu ini mengangkat kembali memori kolektif tentang tragedi kelam menjelang kelahiran reformasi.
SIEMENTS mengajak pendengar untuk tidak melupakan sejarah, sekaligus menjadikannya sebagai refleksi atas kondisi hari ini.
EP ini dibuka dengan trek instrumental yang berfungsi sebagai pintu masuk menuju "rumah" penuh konflik dan emosi. Dari sana, pendengar diajak menyusuri ruang-ruang gelap yang mencerminkan kerasnya dunia modern, namun tetap menyisakan ruang untuk harapan dan pencarian makna.
Identitas musikal SIEMENTS terdengar semakin matang melalui riff gitar tajam, dentuman drum yang agresif, serta lirik-lirik yang lugas dan penuh makna.
Menariknya, di tengah atmosfer yang penuh ledakan emosi, SIEMENTS menyelipkan satu lagu mellow yang memberi jeda emosional. Lagu ini menjadi bukti keberanian mereka untuk mengeksplorasi spektrum emosi yang lebih luas tanpa kehilangan karakter keras yang menjadi ciri khas band ini.
Suasana konferensi pers perilisan EP House of Vultures milik grup band rock alternatif SIEMENTS. (Foto: Istimewa)
SIEMENTS, singkatan dari Sonic Insanity Interpreting Massive Noises and True Sounds, merupakan proyek musik rock alternatif yang terbentuk pada pertengahan 2024.
Dengan gaya musik yang energetic, chaotic, dan sinematik, mereka memadukan elemen rock modern dengan produksi emosional dan lirik yang menggambarkan realitas kehidupan urban.
Band ini digawangi oleh Danes (vokal utama, gitar utama, produser), Dafa (gitar semi-lead), Syafiq (gitar ritme), Azriel (bass), dan Fahmi (drum).
Setelah memulai karier dari panggung-panggung kecil, SIEMENTS merilis EP debut mereka, Parabellum pada 22 November 2024. Kini, lewat House of Vultures, mereka melangkah lebih jauh dalam eksplorasi musikal dan artistik. Danes, sebagai frontman, memegang peran penting dalam arah kreatif band ini.
Vokalnya yang tegas dan emosional, berpadu dengan permainan gitar yang tajam, memperkuat karakter SIEMENTS sebagai kekuatan baru di skena rock alternatif Indonesia.
"Seluruh personel SIEMENTS terlibat dalam proses kreatif penggarapan EP ini, tentu saja dengan kekuatan dan porsi masing-masing," ujar Danes.
Ia juga menegaskan bahwa aksi panggung menjadi bagian tak terpisahkan dari karya mereka.
"Kami tidak hanya menyajikan materi rekaman yang baik, tetapi juga aksi panggung yang terkonsep. Bisa dibilang, panggung adalah suguhan tak terlepaskan dari setiap karya SIEMENTS," tuturnya.
Baca juga: Nusantara Beat Rilis Album Perdana
Baca juga: The Jansen Rilis 5 Video Visualisasi Karya dari Album Banal Semakin Binal
Saat ini, seluruh materi dalam EP House of Vultures milik SIEMENTS sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital mulai Jumat, 28 November 2025.[]