Tapanuli Utara - Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu korban tanah longsor di area proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) di Kecamatan Aek Sibundong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Minggu, 30 November 2025.
Operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan untuk menemukan satu korban lainnya yang hingga saat ini masih dinyatakan hilang. Pencairan akan dilanjutkan esok hari.
Kejadian longsor dilaporkan pada Selasa, 25 November 2025, menyusul intensitas hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menimpa area kerja proyek, mengakibatkan beberapa pekerja tertimbun.
Setelah menerima laporan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan mengirimkan personel menuju lokasi.
Tim SAR Gabungan yang terlibat terdiri dari Basarnas Medan, TNI–Polri, BPBD, pemerintah daerah setempat, pihak PLTM, dan potensi SAR lainnya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika selaku Search Mission Coordinator (SMC) atas persetujuan Search Coordinator (SC) menyampaikan bahwa operasi pencarian akan terus dimaksimalkan.
Disebutnya, Tim SAR Gabungan bekerja semaksimal mungkin di lapangan. Kondisi cuaca dan struktur tanah yang labil menjadi tantangan tersendiri.
Selain itu dukungan alat berat tidak bisa masuk ke lokasi dikarenakan akses terputus.
"Meski demikian hal tersebut tidak mengurangi komitmen kami untuk menemukan seluruh korban," katanya.
Hasilnya pada Minggu sore sekitar pukul 15.30 Wib, tim menemukan satu orang korban atas nama Wilvilton Hutasoit (30) dalam keadaan meninggal dunia.
Korban langsung diserahkan kepada pihak terkait dan pihak PLTM.
"Kami memohon doa dan dukungan agar proses pencarian satu korban lainnya dapat segera membuahkan hasil,” ujar Hery.
Hery menambahkan, koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memperkuat operasi di lapangan.
“Sinergi antar instansi sangat membantu mempercepat proses. Kami mengimbau seluruh personel tetap mengutamakan keselamatan mengingat potensi longsor susulan masih ada,” tambahnya.
Sebelumnya, tim juga menemukan satu korban pada Sabtu, 29 November 2025 sore, pukul 16.19 Wib atas nama Anggiat Sahat Manalu (36).
Korban ditemukan berada di bawah bangunan yang runtuh. Korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga melalui unsur terkait. []