nasional

Ribuan Orang Tandatangani Petisi Cabut Remisi Pembunuh Jurnalis

Tangkapan layar petisi #CabutRemisiPembunuh

OPSI.ID – Sedikitnya 3.136 orang telah menandatangani petisi yang dibuat oleh Abdul Manan di situs Change.org hingga Jumat 1 Februari 2019 siang. Petisi yang dibuat Abdul berisi tentang permintaan agar Presiden Joko Widodo tidak mengurangi hukuman pembunuh jurnalis.

Diketahui, baru-baru ini Presiden Joko Widodo memberikan pengurangan hukuman (remisi) kepada Nyoman Susrama. Nyoman Susrama terbukti telah membunuh jurnalis Radar Bali, AA Narendra Prabangsa.

Pembunuhan terhadap Prabangsa yang dilakukan Susrama karena motif kemarahan. Prabangsa menulis artikel dugaan korupsi dan penyelewengan yang melibatkan Susrama.

Berikut isi petisi yang dibuat oleh Abdul Manan:

Presiden @Jokowi, jangan kurangi hukuman pembunuh jurnalis! #CabutRemisiPembunuh

Presiden Joko Widodo baru saja beri pengurangan hukuman (remisi) ke Nyoman Susrama, yang terbukti membunuh jurnalis Radar Bali AA Narendra Prabangsa.

Pembunuhan itu karena Susrama marah. Prabangsa menulis artikel dugaan korupsi dan penyelewengan yang melibatkan Susrama. Pria yang merupakan keluarga politisi itu perintahkan anak buahnya bawa Prabangsa ke rumahnya, menganiayanya, dan mayatnya dibuang ke laut pada 11 Februari 2009.

Baca JugaTolak Remisi Pembunuh Jurnalis Radar Bali, Jurnalis Bondowoso Gelar Aksi Tutup Mulut

Jenazah Prabangsa ditemukan lima hari kemudian dalam keadaan mengapung di Teluk Bungsil, Bali.

Pembunuh yang melakukan aksinya dengan terencana dan kejam itu kini dikurangi hukumannya dari seumur hidup jadi 20 tahun.

 

Total Page Visits: 7 - Today Page Visits: 1

Kami dan para pendukung kebebasan pers mengkritik pemberian remisi itu karena melukai tidak hanya perasaan keluarga, tapi juga komunitas pers Indonesia.

Remisi ini adalah kebijakan yang berbahaya dan berdampak buruk bagi pers. Wartawan akan lebih takut menulis berita korupsi atau informasi yang berisi kritik terhadap pejabat publik. Orang juga tidak akan takut melakukan kekerasan serupa terhadap jurnalis di masa depan.

Berdasarkan data Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), setidaknya ada 10 kasus pembunuhan terhadap jurnalis sejak 1996 lalu, dan hanya kasus Prabangsa inilah yang otak pelakunya diadili dan divonis cukup adil, yaitu seumur hidup.

Karenanya, pemberian remisi terhadap pembunuh jurnalis sama saja dengan sikap tidak mendukung kemerdekaan pers.

Untuk itulah AJI butuh dukungan kamu untuk desak Presiden Jokowi mencabut pemberian remisi itu. Agar para pelaku kekerasan terhadap jurnalis akan jera dan kasus semacam ini tak terus berulang di masa depan. Harapannya, ini akan membuat pers Indonesia bisa berfungsi maksimal sebagai kontrol sosial.

Salam,

Abdul Manan

Ketua AJI

Penulis:redaksi

Editor :redaksi

Sumber :opsi.id/Change.org