Makassar, Opsi.id – Sesosok mayat seorang pria ditemukan di belakang Gedung Teaching Industry, Kampus Unhas, Kelurahan Tamalanrea Indah, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar Selasa (7/4).
Dari kondisi jenazah yang sudah mengeluarkan bau tidak sedap diduga telah meninggal dunia sejak beberapa hari lalu. Polisi menduga korban tewas akibat tersengat aliran listrik (kesetrum).
Kapolsek Tamalanrea, Kompol Muhammad Yusuf, mengatakan identitas korban bernama Firman, berprofesi sebagai pemulung dan berdomisili di Jalan Telkom Baru, Makassar.
“Di lokasi kejadian, kami menemukan barang-barang milik korban berupa tumpukan besi tua, karung, obeng, serta pisau,” jelas Muhammad Yusuf kepada Holopis.com, Rabu (8/4).
Ia mengatakan, pihaknya menerima laporan dari sekuriti kampus sekitar pukul 08.00 Wita terkait adanya temuan mayat di area belakang gedung.
“Kami menerima informasi dari pihak sekuriti kampus, kemudian personel langsung menuju TKP untuk melakukan pengecekan,” jelasnya.
Dia menuturkan, mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang petugas kebersihan bernama Bahar (56), sekitar pukul 07.48 Wita saat melintas untuk mengambil sampah di area belakang gedung.
“Saksi awalnya hendak buang air kecil, namun melihat bagian kaki manusia sehingga mengurungkan niatnya dan segera melaporkan ke atasannya,” tambahnya.
Laporan itu kemudian diteruskan ke pihak keamanan kampus. Seorang sekuriti bernama Ridwan Said (39) lalu menuju lokasi untuk memastikan informasi tersebut sebelum menghubungi kepolisian.
Sekitar pukul 08.20 Wita, Kapolsek Tamalanrea bersama personel gabungan tiba di lokasi dan langsung melakukan pengamanan dengan memasang garis polisi serta menghubungi tim Inafis.
“Setibanya di TKP, kami langsung melakukan pengamanan dan berkoordinasi dengan tim Inafis untuk olah TKP,” katanya.
Tim Inafis Polrestabes Makassar tim Dokpol Polda Sulsel pangsng melakukan olah tkp. Kemudian pihak kepolisian mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk pemeriksaan lanjutan.
“Saat ini kasus masih dalam penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban,” tutup Muhammad Yusuf. []
