Jakarta – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengapresiasi jajaran Koperasi Astra atas keberhasilannya dengan mencatat pertumbuhan aset pada tahun 2025 sebesar Rp1,71 triliun, mengalami peningkatan sebesar 5,77 persen dari tahun sebelumnya Rp1,62 triliun.
Farida memuji pimpinan dan pengurus Koperasi Astra yang dinilainya berhasil membuat koperasi tumbuh, meski di sisi bersamaan ekonomi nasional masih belum pulih total dari hantaman pandemi Covid-19.
Ia menekankan, valuasi aset Rp1,6 triliun- Rp1,7 triliun ini bukan milik Ketua Pengawas ataupun Ketua Pengurus, melainkan merupakan milik anggota Koperasi Astra.
Menurut Farida, pertumbuhan aset tersebut membuktikan bahwa Koperasi Astra tidak hanya aktif dan sehat secara administratif.
Farida berpendapat, pimpinan tentu saja harus memiliki rasa kepemilikan yang baik untuk bersama-sama dengan anggotanya dapat membesarkan Koperasi Astra.
”Ada keuntungan tumbuh sekitar 9,32 persen,” kata Farida saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Astra di Jakarta, pada Jumat, 10 April 2026.
Ia mengapresiasi program-program yang telah dijalankan Koperasi Astra, di antaranya program beasiswa untuk manfaat keluarga anggota, program pinjaman, dan lainnya.
Farida pun menyoroti, untuk menjadi besar seperti yang dilakukan Koperasi Astra saat ini tidak bisa dilakukan dalam setahun atau dua tahun.
”Prosesnya panjang hampir 30 tahun bisa bertahan, sampai 10 tahun, 32 tahun, 36 tahun, tidak akan bertahan dan tidak akan besar sampai punya aset Rp1,7 triliun kalau percayaan anggota (tidak baik). Pengurus boleh berganti, tetapi kepercayaan harus terus tumbuh,” ujar dia.
Kendati demikian, Farida tetap memberikan catatan kepada Koperasi Astra terkait penurunan jumlah anggota dari tahun 2024.
“Yang perlu dievaluasi adalah adanya penurunan anggota sekitar 4,08 persen,” katanya.
Kementerian Koperasi, ujar Farida, dalam hal ini mendorong penuh Koperasi Astra untuk tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata. Ia mengharapkan orientasi utamanya harus menyentuh kesejahteraan anggota.
”Jadi kalau pun kemudian Sisa Hasil Usaha (SHU) nya ketika dibagi rata tidak begitu banyak nominalnya, tetapi kesejahteraan anggotanya itu adalah fokus utamanya. Kami berharap Koperasi Astra bisa terus tumbuh mendapatkan kepercayaan dari seluruh karyawan Astra yang jumlahnya hampir 200 ribuan, dengan customer saya kira jutaan,” katanya.
Ketua Pengawas Koperasi Astra Endro Wahyono menyampaikan, pelaksanaan RAT menjadi indikator penting atas tata kelola koperasi yang berjalan baik dan akuntabel.
“Pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan hari ini adalah salah satu bukti bahwa Koperasi Astra telah melakukan pengelolaan koperasi dengan baik dan penuh tanggung jawab,” ujar Endro dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, sejak berdiri pada 25 Juni 1990, Koperasi Astra terus menunjukkan konsistensi dalam memberikan manfaat bagi anggotanya. Selama lebih dari tiga dekade, koperasi ini dinilainya mampu menghadirkan solusi finansial yang adaptif dan relevan.
“Selama lebih dari 3 dekade, Koperasi Astra telah menunjukkan konsistensi dalam menghadirkan solusi finansial yang relevan, adaptif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan anggota,” ujarnya.
Di tengah tantangan ekonomi yang terjadi sepanjang 2025, Koperasi Astra justru mencatatkan kinerja positif. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan SHU sebesar 8,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Di tengah situasi yang mungkin tahun 2025 ini sulit, Koperasi Astra telah menunjukkan kinerja yang sangat baik, dengan membukukan pertumbuhan SHU sebesar 8,55 persen dibandingkan tahun 2024,” paparnya.
Endro pun mengapresiasi kinerja seluruh anggota yang dinilai berperan besar dalam menjaga tren pertumbuhan positif koperasi selama beberapa tahun terakhir.
“Tentunya pertumbuhan ini sangat membanggakan. Pengalaman saya selama tiga tahun berturut-turut, Koperasi Astra selalu bertumbuh positif di tengah situasi yang penuh tantangan,” kata Endro. []
