News

Miris..!! Wartawan Kabardaerah.com Mendapat Intimidasi, Pimpinan Redaksi Akan Tempuh Jalur Hukum

Salah satu wartawan yang mendapat Intimidasi

Pasuruan. Opsi.id

Kejadian Intimidasi terhadap wartawan kembali terjadi. Kali ini menimpa pada wartawan Kabardaerah.com biro Pasuruan, Isbianto Hari Utomo, Minggu (17/05/2020). di kutip dari Informasi yang berhasil dikumpulkan oleh Lumbung Berita himpun, kronologis permasalahan ini bermula dari pemberitaan Kabardaerah.com edisi Sabtu (16/05/2020) dengan judul ‘Arogan Mentang – Mentang Mempunyai Jabatan Kasun Lumangsih Merusak Pohon Pisang Warga.

Kemudian akun facebook milik Tabib Gendeng Sobolangit mengunggah foto press card milik Isbianto lengkap dengan tulisan ‘Iki koncoku opo dolorku opo mosoku. Aku wong Lumangseh kasunku jenenge Ali ( ini temanku, apa saudaraku, atau musuhku. Aku warga Lumangsih Kasun saya namanya Ali) dalam tulisan comentar di akun Facebook itu.

Dalam sekejab postingan itu mendapat respon dan dipenuhi komentar beragam. Beberapa terlihat mengintimidasi dan melecehkan. Seperti komentar dari akun bernama Dadang Priyanto yang menyebut  ‘Lare pundi Gus.. Diringkes mawon’ ( Anak mana Gus, Dibersihkan saja).

Ada juga yang bersikap netral dengan menyarankan menggunakan hak jawab. Namun si pengunggah status malah membalas dengan berkomentar melecehkan ‘Trs klo kt jwb n datang media itu upetine piro cek kiri kanan.

Atas bentuk intimidasi ini, Takim, salah satu Kuasa Hukum wartawan Kabardaerah.com mengatakan akan mengambil tindakan hukum. Sebab komentar – komentar tersebut dinilai mengandung unsur pengancaman.
“Kepolisian harus segera melakukan langkah-langkah hukum terhadap pelaku, sebab ancaman pembunuhan. Kami akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Menurut saya, wartawan dalam melaksanakan tugas di lapangan dilindungi undang-undang.” Jelasnya.

Takim juga menjelaskan, apa yang telah diunggah oleh akun Tabib Gendeng Sobolangit dan Dandang Prayitno bisa diperkarakan keranah hukum.
“Atas pengancaman yang dilakukan olehnya melalui media facebook milik Tabib Gendeng Sobolangit dan Dandang Prayitno, serta dapat dijerat dengan ketentuan Pasal 29 jo. Pasal 45B Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan pasal Pasal 45B UU 19/2016 berbunyi Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).” Jelasnya.

Takim juga menyesalkan tindakan akun tersebut yang tidak ada keterkaitan langsung dengan pemberitaan. Menurutnya, pihak yang terkait justru Kasun Lumangsih bukan pemilik akun tersebut.

“Kalau memang yang bersangkutan (Kasun Lumangsih) merasa berkeberatan dengan apa yang sudah ditulis oleh wartawan, silahkan gunakan hak jawab.” Pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam pemberitaan sebelumnya, disebut dua orang, Thohirin dan Wasit sedang terjerat permasalahan sengketa tanah di Desa Ketanireng, Kecamatan Prigen.

Saat pengukuran tanah hasil kesepakatan antara Thohirin dan Wasit yang disaksikan oleh Kepala Desa Ketanireng, Kaur Pembangunan, Babinsa dan juga Bhabimkantibmas itu, tiba – tiba saja Kasun Lumangsih, Ali, menebang pohon pisang yang diakui Wasit, adalah pohon miliknya. Wasit kemudian tak terima dan akhirnya peristiwa tersebut muncul dalam pemberitaan Kabardaerah.com.

Total Page Visits: 247 - Today Page Visits: 1

Penulis:Tim Redaksi

Editor :Redaksi

Sumber :Opsi.id