Daerah Kamis, 01 Januari 2026 | 16:01

Lubang Pada Badan Jalan Nasional di Blangpidie Bahayakan Pengendara

Lihat Foto Lubang Pada Badan Jalan Nasional di Blangpidie Bahayakan Pengendara Lubang pada badan jalan Nasional di Abdya. (Foto: Opsi/Samsurizal)
Editor: Rio Anthony

Blangpidie - Proyek tambal sulam Jalan Nasional pantai barat selatan Aceh tepatnya di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mulai mengincar korban (pengendara).

Pasalnya, banyak terdapat "kolam ikan" lubang empat segi dengan kedalaman beragam di sepanjang lintasan Badan Jalan Nasional Kabupaten Abdya yang sengaja dikeruk oleh pihak terkait dan ditinggalkan.

Akibatnya, karena keberadaan lubang-lubang ini tepat di badan jalan dengan luas dan kedalam yang bervariasi sehingga sangat membahayakan pengguna jalan yang melintas.

Keberadaan lubang-lubang ini semakin berbahaya saat hujan dan malam hari.

Ketika hujan, lubang-lubang ini akan digenangi air sehingga tidak tampak oleh pengendara.

Jika dilintasi kendaraan tentu ditakutkan akan mengalami kecelakaan.

Begitu juga saat malam hari, keberadaan lubang-lubang ini tentu rawan akan terlintas oleh kendaraan karena minim pencahayaan, sehingga juga sangat rawan terjadi kecelakaan.

Salah satu lubang yang berukuran besar, panjang dan dalam dapat ditemui di jalan Iskandar Muda, tepatnya di lintasan Jalan Nasional depan SMPN 1 Blangpidie.

Lubang ini dikabarkan telah dibiarkan seperti demikian sejak beberapa bulan terakhir.

"Aneh saja, dulu lubangnya kecil dan dangkal, datang orang dinas, saya tidak tau dinas apa diperluas lubangya lalu dibenarkan dan ditinggal begitu saja. Kalau terus dibiarkan tentu akan memakan korban. Kami yang tua-tua ini tentu penglihatan mulai bermasalah, takutnya kecelakaan kalau masuk lubang itu," kata Mahmuddin, warga Blangpidie, Kamis, 1 Januari 2026.

Dia berharap pemerintah tidak tutup mata akan hal ini. Katanya, hal tersebut tidak boleh dianggap sepele karena ini menyangkut dengan keselamatan masyarakat umum.

"Harapan saya tentu pemerintah segera melakukan perbaikan, jangan tunggu viral ada masyarakat yang musibah karena lubang itu baru kemudian ditindak," harapnya. []

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya