Jakarta - Gubernur Jakarta Pramono Anung melempar guyonan soal enggan masuk gorong-gorong.
Pramono sebut dirinya lebih suka menggunakan kinerja pikiran dan otak
Dilontarkan saat Pramono bersama Ketua PMI Jusuf Kalla meninjau kera bakti Jaga Jakarta Bersih di Cipinang Melayu, Jakarta Timur pada Minggu, 8 Februari 2026 lalu.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui anggota DPRD DKI Bun Joi Phiau merespons ujaran Pramono yang disebutnya sebagai candaan belaka.
Namun dia mengingatkan soal praktik kepemimpinan, melihat langsung situasi di lapangan juga dibutuhkan.
Terutama saat Jakarta mulai dilanda musim penghujan. Banyak saluran air, selokan, gorong-gorong dan sungai, sangat menentukan bagaimana banjir bisa terjadi atau dicegah.
Dia mengingatkan gaya kepemimpinan eks Gubernur Jakarta Joko Widodo yang rajin terjun langsung ke gorong-gorong.
Menurut dia, hal itu adalah aksi nyata mendengar keluhan warga.
“Ini tidak hanya simbolik, tetapi sering memberikan insight nyata tentang masalah yang dihadapi,” ujar Bun Joi dilansir Minggu, 15 Februari 2026.
Menurut dia, apa yang dilakukan Jokowi relevan sebagai konteks kebiasaan kepemimpinan di eranya.
Presiden saat ini, Prabowo Subianto sendiri menggarisbawahi pentingnya aksi di lapangan dalam gerakan ini.
“Jadi, kepemimpinan yang efektif idealnya menggabungkan kerja berpikir strategis (kebijakan) dengan kepekaan terhadap realitas di lapangan,” katanya.
Bun Joi menilai pernyataan Pramono hanya sebatas canda untuk mencairkan suasana. Ia juga memandang pernyataan itu bukan dalam konteks sindiran ke suatu kebijakan.
Pramono sendiri menyampaikan bahwa kalau sesekali ia masuk gorong-gorong pun ia siap, tetapi itu mungkin akan mengejutkan media dan publik.
“Karena disampaikan sambil tertawa dan tanpa konteks penolakan terhadap kerja bakti itu sendiri, lebih rasional menafsirkannya sebagai gurauan ringan, bukan sindiran tajam terhadap siapapun atau terhadap gaya kepemimpinan lain,” kata dia. []