News Selasa, 27 Januari 2026 | 17:01

Anggota DPRD DKI Lukmanul Hakim Sebut Gubernur Pramono Buang-buang Duit Tangani Banjir Pakai Metode OMC

Lihat Foto Anggota DPRD DKI Lukmanul Hakim Sebut Gubernur Pramono Buang-buang Duit Tangani Banjir Pakai Metode OMC Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN Lukmanul Hakim. Foto: Instagram/tangkapanlayar.

Jakarta - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN Lukmanul Hakim menilai penanganan banjir yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dengan metode Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tidak tepat. 

‎Menurut Lukmanul Hakim, program tersebut hanya menghambur-hamburkan uang negara. 

‎"Nah itu buang-buang duit aja itu. Buang-buang tidak terlalu menarik juga sih," kata Lukmanul saat ditemui awak media di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.

‎Lukmanul yang merupakan Dewan Legislatif dari Dapil 9 DKI Jakarta ini melihat, modifikasi cuaca bukan solusi jitu dalam mengatasi masalah banjir di ibu kota. 

‎Terlebih, ujar dia, biaya untuk modifikasi cuaca yang digelontorkan oleh Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta, membutuhkan biaya yang tidak kecil. 

‎Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) biaya modifikasi cuaca bisa mencapai Rp300 juta untuk sekali penerbangan.

‎Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengalokasikan anggaran sebesar Rp31 miliar untuk pelaksanaan modifikasi cuaca sepanjang tahun 2026.

‎Lukmanul berpendapat, seharusnya Pemprov DKI membuat kebijakan riil untuk mengatasi persoalan banjir ini. Salah satunya dengan menata tata ruang Jakarta yang dinilainya amburadul. 

‎"Betul, kenapa harus (OMC). Padahal itu sangat mahal. Biayanya mahal sekali," ujar dia.

‎Sebelumnya, Pelaksanaan OMC telah dimulai sejak pertengahan Januari dan diperpanjang hingga 27 Januari 2026.

‎Menurut Gubernur Pramono, dampak operasi tersebut cukup terasa terhadap kondisi cuaca di Jakarta. Sebab, OMC diklaim dilakukan secara rutin untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem di awal tahun 2026 ini.

‎"Kalau hari ini tadi pagi jam 07.00 pagi tidak kita naikkan OMC-nya, pasti cuacanya berbeda dengan apa yang kita rasakan pada saat ini," ujarnya. 

‎Bahkan, Pramono tidak memungkiri OMC bisa saja dilanjutkan hingga Februari 2026, apabila cuaca ekstrem masih melanda Jakarta.

‎"Hasil BMKG memang sekarang ini ada kemungkinan sampai dengan tanggal 1 Februari cuacanya kurang lebih harus dilakukan OMC," kata Pramono Anung.

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya