Makassar - Aksi brutal rombongan geng motor terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan. Sekitar 20 pengendara motor menyerang sebuah kantor jasa pengiriman barang di kawasan GOR Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Minggu (18/1) dini hari.
Akibat serangan tersebut, seorang pegawai mengalami luka di bagian kepala karena terkena serpihan kaca.
Panit Resmob Polsek Biringkanaya, Ipda Dian Mandala Putra, mengungkapkan para pelaku datang secara berkonvoi sebelum melakukan penyerangan. Mereka melempari kantor jasa pengiriman itu dengan batu hingga menyebabkan kaca pecah dan melukai salah satu pegawai.
"Telah terjadi penyerangan di daerah GOR Sudiang. Saat itu ada rombongan konvoi motor kurang lebih 20 unit yang melakukan penyerangan di salah satu kantor jasa pengiriman barang," ujar Ipda Dian Mandala Putra kepada wartawan, Senin (19/1/2026).
Menurut Dian, korban mengalami luka di pelipis kanan akibat serpihan kaca yang terlempar saat kaca kantor pecah dihantam batu.
"Pada saat penyerangan, para pelaku melontarkan batu dan salah satu pegawai terkena serpihan kaca pada pelipis sebelah kanan," jelasnya.
Di lokasi kejadian, polisi juga sempat menemukan seorang pria tergeletak. Namun setelah diperiksa lebih lanjut, pria tersebut ternyata merupakan bagian dari kelompok penyerang.
"Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi, korban yang tergeletak itu adalah salah satu dari kelompok penyerang," kata Dian.
Polisi kemudian melakukan pengembangan kasus dan mengamankan 12 orang terduga pelaku di sejumlah titik di wilayah Makassar pada Senin (19/1). Dari jumlah itu, dua orang merupakan pelaku dewasa, sedangkan 10 lainnya masih di bawah umur.
"Kami telah mengamankan 12 orang, dua di antaranya dewasa dan selebihnya anak di bawah umur," ungkapnya.
Hasil pemeriksaan awal mengungkap bahwa aksi penyerangan tersebut dipicu oleh pesta minuman keras sebelum rombongan melakukan konvoi.
"Motif awalnya mereka hanya berkumpul dan saling mengajak untuk minum. Setelah itu mereka konvoi berkeliling untuk mencari lawan dan tidak ada alasan jelas melakukan penyerangan," jelas Dian.
Selain menangkap para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu bilah parang, tiga anak panah bermata tiga, serta beberapa petasan.
"Barang bukti yang diamankan satu bilah parang, tiga anak panah bermata tiga, dan beberapa petasan," pungkasnya.[]