Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap dua strategi utama untuk menggairahkan pasar dan menggeliatkan perekonomian di ibu kota dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek hingga bulan Ramadan sampai Hari Raya Idulfitri.
Pramono Anung berkata, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengoptimalkan creative financing serta menggelar perlombaan di pelbagai pusat perbelanjaan, dengan melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Bank Jakarta sampai Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
"Karena sebentar lagi mau Imlek, kita lombakan lampu dan lampion di pusat perbelanjaan. Yang paling penting orang mau belanja. Begitu orang mau belanja, maka apa yang terjadi? Pasti gairah masyarakatnya lebih tinggi," kata dia di Hotel Arya Duta Jakarta Pusat, Senin, 19 Januari 2026.
Di sisi bersamaan, Pemprov DKI Jakarta akan mendorong pihak pusat perbelanjaan memulai menebar diskon belanja untuk memancing perputaran ekonomi di ibu kota.
"Maka diskonnya juga nanti menyambut Imlek yang selama ini enggak pernah ada diskon, maka kita kasih diskon. Insentif kita kasih. Maka dengan cara-cara terobosan seperti itulah kami lakukan, termasuk nanti menyambut puasa dan Idulfitri," ucap politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu.
Ia menegaskan, langkah ini disiapkan Pemprov DKI secara matang, transparan, dan bakal meriah.
"Karena mayoritas masyarakat kita ada yang belanja untuk menyambut Idulfitri, ada yang puasa beli macam-macam sehingga dengan pikiran itulah yang akan kami lakukan," katanya.
Dengan merangkul BI, OJK, Bank Jakarta hingga Himbara, Gubernur Pramono optimistis digitalisasi pasar menggunakan transaksi QRIS bisa naik signifikan.
"Mudah-mudahan QRIS ini bisa digunakan di seluruh pasar yang dimiliki oleh pemerintah DKI Jakarta," ucapnya.
Pramono juga mengungkap strategi Pemprov DKI Jakarta pada Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2026 lalu. Dengan menggelar lomba yang menarik perhatian, plus mendorong pemberian insentif berupa diskon, maka pusat perbelanjaan, hotel, dan sebagainya, pengunjungnya dapat melonjak.
"Secara transparan dan terbuka, maka hotelnya yang dilombakan adalah ornamen menyambut Tahun Baru dan juga ornamen menyambut Natal. Transaksi di Jakarta, sampai dengan tanggal 12 Januari 2026, itu RP15,2 triliun. Termasuk hotel sepanjang Jalan Sudirman, MH Thamrin, Gatot Soebroto itu tingkat okupansinya hampir semuanya 100 persen," kata Pramono Anung. []