News Senin, 02 Februari 2026 | 16:02

Ketua DPRD DKI Khoirudin Bakal Mediasi Pemprov Jakarta dan Warga terkait Bau Sampah RDF Rorotan

Lihat Foto Ketua DPRD DKI Khoirudin Bakal Mediasi Pemprov Jakarta dan Warga terkait Bau Sampah RDF Rorotan Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin saat ditemui usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 2 Februari 2026. Foto: Morteza Syariati Albanna.

Jakarta - Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengaku akan mencari jalan keluar alias memediasi terkait keluhan warga menyoal bau sampah dari Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan di Cilincing, Jakarta Utara (Jakut) yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta.

Menurut Khoirudin, hal ini menunjukkan masih adanya persoalan dalam pengelolaan sampah yang diproyeksi untuk mengurangi ketergantungan Jakarta terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi.

"Untuk Rorotan tentu semua yang kita sediakan untuk masyarakat dan kita akan diskusi lagi dengan masyarakat," kata Khoirudin saat ditemui usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu lantas menyoroti anggaran jumbo pembangunan RDF Rorotan yang mencapai sekitar Rp1,3 triliun.

"Karena ini dana yang cukup besar yang kita gelontorkan," ujarnya.

RDF Rorotan merupakan bagian dari upaya jangka panjang dalam pengelolaan sampah di Jakarta. Saat ini volume sampah di ibu kota bahkan bisa melebihi 8.000 ton per hari, sehingga keberadaan fasilitas pengolahan sampah dinilai sangat dibutuhkan.

"Harapannya masalah sampah yang satu hari 8.300 ton bisa terselesaikan," ucapnya.

Maka itu, ia menilai evaluasi tetap harus dilakukan secara serius dan menyeluruh agar tidak terjadi protes yang sama di kemudian hari. Khoirudin kembali menegaskan siap memediasi Pemprov DKI dengan warga terkait hal tersebut.

"Ini masalah kita bersama, saya berharap kita duduk bareng untuk memikirkan solusi bersama," kata Khoirudin.

Saat ditanyakan perihal desakan warga setempat terhadap penutupan RDF Rorotan akibat terimbas bau sampah, Khoirudin menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta.

"Saya serahkan kepada pemerintah eksekutif untuk menyikapi itu," kata Khoirudin.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan operasional Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, dilaksanakan secara bertahap dan diawasi ketat.

“Kami memahami kekhawatiran warga. Oleh karena itu, operasional RDF Rorotan tidak langsung dijalankan pada kapasitas maksimal 2.500 ton per hari. Kami memulai dari 200 ton per hari, kemudian meningkat menjadi 400 ton, 600 ton, dan secara bertahap menuju kapasitas 1.000 ton per hari sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung,” kata Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto dikutip dari situs Pemprov DKI pada Minggu, 1 Februari 2026.

Ia menyampaikan, RDF Rorotan beroperasi selama lima hari dalam sepekan dengan dua sif kerja. Sementara pada akhir pekan dimanfaatkan untuk pembersihan serta penataan area operasional.

Adapun sampah yang diolah berasal dari wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur, dengan pengendalian emisi serta kebauan yang dilakukan sesuai standar teknis.

Selain itu, ia memastikan, pengangkutan sampah hanya menggunakan truk compactor tertutup guna mencegah bau dan ceceran air lindi. []

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya