Kalimantan - Di Desa Kubah Basirih dekat bibir Sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terdapat makam seorang ulama bernama Al Habib Hamid Bin Abbas Bahasyim atau yang dikenal dengan Habib Basirih.
Kubah Basirih menjadi objek wisata ziarah yang sangat diminati wisatawan selain wisata susur sungai, karena Kalimantan memang terkenal dengan sebutan negeri seribu sungai.
Habib Hamid Basirih masih memiliki keturunan atau dalam bahasa resapannya "dzuriat" dengan Nabi Muhammad SAW, sebagai generasi ke-31.
Dia menghembuskan napas di usia 90 tahun, tepatnya pada tahun 1946. Tidak berselang lama setelah kepergiannya, keluarga Habib Basirih memutuskan membangun Kubah Basirih sebagai bentuk legacy atau penghormatan kepada beliau atas ilmu-ilmu yang diberikan.
Bangunan kubah Habib Basirih sendiri didominasi warna hijau dan putih. Bentuk bangunan yang mengelilingi makam Habib Basirih berbentuk segi enam. Menyiratkan enam rukun iman dalam Islam.
Cicit dari Habib Basirih bernama Husin Luthfie menyebut, kunjungan wisatawan per hari bisa mencapai antara 5 hingga 10 ribu orang ke sana.
Biasanya peziarah berasal dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan juga Pulau Jawa.
“Yang paling ramai itu biasanya malam Jumat. Jadi biasanya setelah mereka (para peziarah) salat Maghrib atau Isya, mereka ke sini untuk berdoa bisa sampai jam 4 subuh. Jadi di sini itu, makin malam makin ramai,” kata Husin dilansir dari laman Kemenparekraf, Jumat, 3 Juni 2022.
Kolam Berkhasiat
Tepat di sekitar Kubah Habib Basirih, terdapat makam-makam keluarga Habib Basirih. Di sana terdapat pula sebuah kolam yang dulunya difungsikan sebagai sumur oleh Habib Basirih.
Kubah Basirih, yang berlokasi di Jalan Keramat Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Foto: Kemenparekraf)
Air kolam dipercaya memiliki khasiat oleh masyarakat. Para peziarah juga menggunakan air kolam sebagai air wudhu mereka.
“Ya, datang ke sini salah satunya mereka ingin berwudhu di kolam itu, padahal kami sudah menyiapkan tempat wudhu, tapi orang-orang tetap maunya berwudhu di kolam," kata Husin.
Pengunjung kata dia, mengambil air kolam biasanya untuk keperluan mandi. Lalu ada orang yang sakit, katanya dimandikan pakai air kolam tersebut.
"Ya alhamdulillah sembuh. Sebetulnya benar atau tidak itu balik lagi ke tiap individu yah, tergantung kepercayaan masing-masing. Tapi banyak juga yang kebetulan sudah merasakan manfaatnya,” jelas Husin.
Dia menyebut, air kolam juga tidak pernah kering, meskipun kemarau. Dan kalau air sungai biasanya asin, sementara air kolam tersebut tidak.
"Jadi banyak orang yang meminum air kolam ini,” imbuh Husin.
Sebagai catatan, Desa Kubah Basirih di Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ini merupakan salah satu desa wisata religi.
Kebersihan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengunjungi desa wisata tersebut pada Jumat, 3 Juni 2022.
Salah satu masukannya terhadap desa wisata religi itu adalah soal kebersihan yang masih kurang.
Menteri Sandiaga pun memberikan sejumlah peralatan mendukung kebersihan berupa tempat sampah dan tempat cuci tangan.
Selain ziarah, ternyata banyak kegiatan lainnya yang biasa dilakukan oleh masyarakat Basirih.
Di antaranya Baayun Maulid Nabi, Rebana, Habsyi, Hadrah untuk penyambutan tamu.
Ada juga budaya asli, dimana masyarakat melakukan kegiatan perdagangan di tepi sungai yang sering disebut dengan pasar terapung.
Pelaku ekonomi kreatif di Desa Kubah Habib Basirih memanfaatkan limbah plastik untuk dijadikan barang-barang yang dapat diperjualbelikan.
Seperti tas anyaman yang dipercantik dengan kain sasirangan (kain khas Banjarmasin) bekas, lalu ada meja, kursi, karpet hingga gelas hias yang dibuat dengan menggunakan plastik bekas.
"Saya berpesan kalau ke Desa Wisata Kubah Basirih jangan hanya jadi `rohali` rombongan hanya liat-liat, tapi harus `rojali` rombongan jadi beli produk-produk ekonomi kreatif Desa Wisata Kubah Basirih ini," kata Menteri Sandiaga. []