Jakarta - Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap sumber dana untuk pembangunan proyek Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) di sepanjang pesisir pantai utara (Pantura) Pulau Jawa, dari Tangerang, Banten hingga Gresik, Jawa Timur.
Menurut dia, saat ini pemerintah melalui Badan Otorita Perlindungan Pantura Jawa, sedang menggodok rancangan teknis proyek Giant Sea Wall bersamaan dengan pematangan konsep pembiayaannya.
"Sudah ada sejumlah rancangan yang terus disempurnakan, ditambah juga dengan kurang lebih konsep pembiayaannya seperti apa," kata AHY usai kepada wartawan di Kementerian Keuangan, Jakarta, dikutip Minggu, 25 Januari 2026.
AHY mengungkapkan, sumber biaya proyek Giant Sea Wall pertama dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Secara umum tentu ada yang merupakan ataupun sumber penganggaran APBN atau pemerintah ya, pemerintah tentu APBN dan APBD. Karena nanti akan melibatkan sejumlah provinsi dan juga kabupaten kota," ujar pimpinan Partai Demokrat itu.
Sementara, sumber pembiayaan kedua berasal dari investasi swasta, yakni Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership (PPP).
"Tentunya khusus terkait dengan investasi, yaitu kita ingin mendatangkan sebanyak-banyak investasi untuk bisa melengkapi dan memperkuat pembiayaan," tutur AHY.
AHY menjelaskan dalam pembangunannya nanti proyek Giant Sea Wall tidak sebatas membangun tembok saja.
Menurut dia, proyek ini akan terintegrasi dengan pengembangan konektivitas antarwilayah, serta pemanfaatan kawasan melalui konsep land value capture.
"Kemudian kita gunakan untuk kepentingan ekonomi, bisnis, komersial dan lain sebagainya. Jadi kita pastikan ini menjaga lingkungan tapi dengan secara-secara sekaligus, kita juga berupaya untuk meningkatkan nilai ekonomi pantura," ujar AHY.
Seperti diketahui, pemerintah berencana menggarap proyek Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall yang membentang sekitar 500 kilometer (km) sepanjang pesisir pantura Jawa, tepatnya dari Tangerang sampai Gresik.
Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam acara International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Kamis, 12 Mei 2025 lalu.
"Proyek ini menyangkut jarak yang tidak pendek. Kalau tidak salah sekitar 500 km dari Banten sampai ke Jawa Timur, ke Gresik. Panjang 500 km dan perkiraan biaya yang dibutuhkan US$ 80 miliar," ujar Prabowo.
Dengan demikian, proyek Giant Sea Wall diperkirakan menelan biaya mencapai US$ 80 miliar. Jika memakai kurs Rp 16.904/US$, proyek Giant Sea Wall menelan biaya sekitar Rp1.352 triliun. []