News Senin, 14 Maret 2022 | 12:03

Sepulang dari IKN, Presiden Jokowi Putuskan Masalah Minyak Goreng

Lihat Foto Sepulang dari IKN, Presiden Jokowi Putuskan Masalah Minyak Goreng Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat sidak pasar terkait minyak goreng di Yogyakarta. (foto: YouTube).

Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung memastikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan mengadakan rapat internal guna membahas kelakaan dan naiknya harga komoditas tersebut di sejumlah wilayah, sepulang dari Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim).

"Dengan demikian direncanakan setelah kembali dari acara IKN ini Presiden akan mengadakan rapat intern untuk segera memutuskan persoalan yang berkaitan dengan minyak goreng ini," kata Pramono Anung dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 14 Maret 2022.

Pramono menjelaskan, setiap Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke daerah, pasti juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk melihat persoalan yang menyangkut dengan minyak goreng.

Baca jugaPresiden Jokowi Pimpin Prosesi Penyatuan Tanah dan Air Nusantara di IKN

"Dan beliau sangat memahami terhadap persoalan ini. Beliau juga memotret dan kemudian juga beliau segera akan memutuskan langkah-langkah apa yang akan diambil oleh pemerintah dalam waktu dekat ini. Karena hal ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama," ucap politikus PDI Perjuangan (PDIP) ini.

Menurut Pramono, yang menjadi persoalan adalah kelangkaan minyak curah dan minyak kemasan yang kurang lebih jumlahnya 9 juta per tahun. Dia meminta produsen minyak memprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri.

Baca jugaSinggung Ritual Kendi Nusantara, Roy Suryo Doakan Nasib IKN Tak Seperti Esemka

"Dan ini dilihat dari total produksi kita yang hampir 50 juta kan. Hampir 26-28 juta itu diekspor, dengan demikian bagian untuk ekspor itu harus diprioritaskan untuk kepentingan dalam negeri," ucapnya.

"Walaupun harga di luar tinggi sekali kami mengetahui ini menjadi persoalan dilematis juga bagi masyarakat atau bagi produsen yang selama ini memproduksi CPO," kata Pramono Anung. []

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya