Jakarta – Band supergroup asal Indonesia, Kirribilly, resmi diumumkan akan tampil di ajang bergengsi International Beatleweek 2026 yang digelar di Liverpool, Inggris, pada 26 Agustus hingga 1 September 2026.
Undangan resmi dari Cavern City Tours Ltd menjadi bukti pengakuan internasional atas kualitas musikal Kirribilly, sekaligus menegaskan eksistensi musisi Indonesia di panggung dunia.
Keikutsertaan Kirribilly melanjutkan tradisi panjang musisi Indonesia yang sukses tampil di ajang yang sama. Sebelumnya, nama-nama seperti G-Pluck (2008 & 2023) serta The Indonesian Beatleclub (2019, 2024 & 2025) telah membawa harum nama bangsa. Kini, Kirribilly memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan komunitas dan musisi tribut The Beatles terbaik di dunia.
Keunikan Karakter dan Aransemen
Kirribilly dipilih bukan hanya karena reputasi besar para personelnya, tetapi juga karena keunikan karakter dan aransemen yang mereka hadirkan.
Band ini terdiri dari musisi profesional yang sudah dikenal luas di industri musik Tanah Air. Yaitu Dikky Lennon (vokal/keyboard/gitar), Ade Govinda (vokal/gitar), Rafly “The Banery” Abidin (vokal/bass), dan Ikmal Tobing (vokal/drum).
Dengan kombinasi tersebut, Kirribilly bukan sekadar band tribut biasa, melainkan kolektif yang mampu memberi nyawa baru pada karya-karya The Beatles.
Menjelang keberangkatan ke Inggris, Kirribilly akan menggelar warm-up tour di sejumlah kota besar Indonesia. Tur ini bertujuan menggalang dukungan publik sekaligus menjadi ajang pemanasan sebelum tampil di hadapan ribuan penggemar dari 40 negara di Liverpool.
Menurut Ade Govinda, jika sambutan di Liverpool berjalan sukses, Kirribilly dijadwalkan melanjutkan perjalanan melalui Tur Eropa setelah festival berakhir.
“Kami sedang berkomunikasi dengan negara sekitarnya. Harapannya, musikalitas Indonesia bisa diperkenalkan lebih luas di benua biru,” ujarnya.
International Beatleweek sendiri merupakan festival tahunan yang digelar di Liverpool, kota kelahiran The Beatles. Ajang ini menjadi magnet bagi ribuan penggemar dari seluruh dunia sekaligus panggung prestisius bagi band-band tribut. Mereka menunjukkan kecintaan dan interpretasi terhadap karya-karya legendaris John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr.
Dengan partisipasi Kirribilly, Indonesia kembali menorehkan catatan penting dalam sejarah musik internasional. Kehadiran mereka di Liverpool bukan hanya membawa semangat tribute, tetapi juga memperlihatkan bagaimana musisi Indonesia mampu beradaptasi, berinovasi, dan bersaing di panggung global. []

