69 Tahun Injil Di Tolikara: Dari Benih Iman Menuju Fondasi Pembangunan

Tanggal:

Karubaga – Ibadah syukur memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil Masuk di Wilayah Toli yang ke-69 berlangsung khidmat dan meriah di lapangan Merah Putih Karubaga, Selasa (4/4/2026). 

Berada di bawah tema: Warisan Iman yang Berbuah (Mazmur 145: 4-7).

Ibadah syukur dihadiri unsur Forkopimda, para Tokoh Adat, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda dan seluruh jemaat GIDI Wilayah Toli. 

Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos dalam sambutannya pada kesempatan itu menyampaikan puji dan syukur ke hadirat Tuhan.

Karena hanya oleh kasih dan penyertaan-Nya, seluruh jemaat dapat berkumpul dalam ibadah gabungan memperingati HUT Injil Masuk di Toli.

Yang dilaksanakan di Karubaga sebagai pusat pelayanan rohani dan pemerintahan di Tanah Injil Tolikara. 

“Saya juga menyampaikan terima kasih atas undangan yang telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara untuk hadir dalam ibadah yang penuh makna iman ini.

Kiranya Tuhan Yesus memberkati pelayanan dan kebersamaan kita semua,” ucap Bupati Willem Wandik. 

Ia mengatakan, 0erayaan HUT Injil Masuk di Toli ke-69 bukan sekadar peringatan sejarah “memory of historis”.

Tetapi merupakan momentum iman dan spiritual, untuk mengenang karya Tuhan yang telah mengubah kehidupan masyarakat Tolikara “masyarakat komunal” dari masa ke masa. 

Sejarah mencatat bahwa pada tahun 1969, Injil mulai bertumbuh secara terorganisir di wilayah Tolikara. 

Pada masa itu terjadi peristiwa penting, yaitu penamatan 12 siswa Alkitab pertama.

Yang kemudian menjadi pelayan Tuhan dan menyebarkan Injil ke berbagai wilayah pedalaman Papua.

Terus berkembang hingga ke seluruh penjuru dunia, seperti yang kita kenali hingga hari ini. Periode awal ini dikenal sebagai: “Masa Benih Injil di Tolikara.”

Pada masa “benih rohani” tersebut terjadi perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, yaitu: Perubahan kepercayaan dari animisme menuju iman kepada Kristus.

Pendirian gereja dan sekolah Alkitab, Lahirnya pemimpin rohani lokal yang berakar pada tradisi masyarakat komunal, Terbentuknya identitas rohani masyarakat Tolikara.

Lebih lanjut Bupati Willem Wandik menuturkan bahwa ketika memasuki periode 1975 sampai 1990, Injil tidak hanya masuk semakin dalam ke pelosok pegunungan dan lembah di Tanah Papua.

Akan tetapi mulai mengakar dalam kehidupan masyarakat “Injil telah terkristalisasi dalam sendi-sendi kehidupan OAP, menjadi jati diri masyarakat asli di Tanah Papua”. 

Gereja kemudian menjadi pusat kehidupan sosial, pendidikan, pelayanan kesehatan.

Dan menjadi jantung dari Peradaban yang terus berkembang di Tanah Papua. Periode ini dikenal sebagai: “Masa Pertumbuhan Gereja.” 

Kemudian pada periode 1990 sampai 2010, Injil semakin menjadi fondasi kehidupan masyarakat. 

Nilai-nilai Kristen membentuk budaya lokal, memperkuat persatuan masyarakat, serta melahirkan generasi pemimpin gereja dan pemimpin daerah.

Periode ini disebut: “Masa Pemantapan Iman dan Budaya Kristen.” 

Selanjutnya pada periode 2010 sampai 2020, gereja dan pemerintah mulai bekerja sama secara lebih erat dalam pembangunan daerah. 

Injil tidak hanya menjadi agama, tetapi menjadi dasar moral, nilai kehidupan, dan arah pembangunan masyarakat. 

Pada periode 2020 sampai 2026, memasuki fase penting dalam sejarah iman dan pemerintahan di Kabupaten Tolikara, yaitu: “Masa Penguatan Identitas Tanah Injil.” 

Pada masa ini, pemerintah dan gereja bersama-sama:

  • Mendokumentasikan sejarah Injil secara resmi.
  • Melestarikan situs-situs sejarah rohani.
  • Memperkuat identitas Tolikara sebagai Tanah Injil..
  • Menjaga warisan iman bagi generasi mendatang.

“Dan pada momentum inilah, terjadi sebuah peristiwa yang sangat bersejarah dalam perjalanan pemerintahan di Kabupaten Tolikara. 

“Sebagai Bupati yang memimpin Tolikara dihari ini, perlu saya sampaikan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah ketatanegaraan daerah yang dilindungi oleh Konstitusi Negara Republik Indonesia.

Pemkab Tolikara secara resmi menetapkan: “Tolikara sebagai Tanah Injil yang damai” ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tolikara Tahun 2025 – 2029,” ujar Bupati Willem. 

Keputusan ini bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi merupakan momentum bersejarah dalam perjalanan iman dan pemerintahan di Tanah Tolikara.

Penetapan ini memiliki makna yang sangat dalam, yaitu:

  • Pengakuan resmi terhadap peran Injil dalam seluruh dimensi kehidupan masyarakat.
  • Pengakuan terhadap pengaruh Injil dalam pembentukan budaya dan karakter masyarakat.
  • Penguatan nilai-nilai iman sebagai fondasi pembangunan daerah.
  • Penegasan bahwa kehidupan bernegara di Kabupaten Tolikara berjalan sejalan dengan nilai-nilai kebenaran, damai, dan kasih yang diajarkan dalam Injil sebagai kompas spiritual seluruh rakyat Tolikara. 

Dengan demikian, Injil tidak hanya menjadi sejarah rohani.

Tetapi juga menjadi fondasi moral dalam kehidupan bermasyarakat, berbudaya, dan bernegara di Kabupaten Tolikara. 

Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi semata.

Tetapi juga ikut membangun iman, moral, dan nilai kemanusiaan dalam konsep bernegara di Kabupaten Tolikara. 

“Sebagai pemerintah daerah, kami percaya bahwa masa depan Tolikara akan tetap kuat apabila iman kepada Tuhan tetap menjadi dasar kehidupan masyarakat,” jelas Bupati Willem.

Oleh karena itu, dalam Pemerintahan Kabupaten Tolikara saat ini, Bupati Willem Wandik berkomitmen untuk:

  • Menjaga dan menghormati sejarah Injil di Tanah Tolikara..
  • Memperkuat kerja sama antara pemerintah dan gereja.
  • Membangun masyarakat yang beriman, berbudaya, dan sejahtera.
  • Menyiapkan generasi muda yang takut akan Tuhan dan berkarakter.
  • Menjaga Tolikara sebagai Tanah Injil yang damai dan bermartabat.

Di akhir sambutannya, Bupati Willem Wandik menekankan bahwa perayaan HUT Injil Masuk di Toli ke-69 menjadi pengingat.

Bahwa Injil bukan hanya warisan masa lalu “bukan sekedar memori historis yang hanya sekedar dibanggakan oleh seluruh umat kristen di Tolikara”. 

Momen perayaan ini merupakan tanggung jawab masa kini dan harapan bagi masa depan umat Tuhan di Wilayah Toli. 

Bupati Willem Wandik mengajak seluruh jemaat GIDI untuk:

  • Bersama-sama menjaga iman dan persatuan
  • Menghormati para perintis Injil.
  • Mendidik generasi muda dalam nilai-nilai Kristiani.
  • Membangun Tolikara sebagai Tanah Injil yang damai, maju, dan sejahtera. 

“Akhir kata, atas nama Bupati dan sekaligus Pemerintah Kabupaten Tolikara, saya mengucapkan selamat memperingati Hari Ulang Tahun ke-69 Injil Masuk di Toli. 

Kiranya Tuhan Yesus Kristus terus memberkati Tanah Tolikara, memberkati gereja-gereja, memberkati keluarga-keluarga.

Dan memberkati seluruh masyarakat. Tuhan Yesus memberkati kita semua,” tutup Bupati Willem Wandik.[Diskomdigi Tolikara]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bagikan berita:

spot_imgspot_img

Populer

Baca Berita Lain
Terkait

Avolia Rilis Single “Baper” dengan Balutan Genre Hype-Dut

Jakarta - Industri musik Indonesia terus beradaptasi dengan fenomena...

Risty Ang dan Syafii Efendi Resmi Rilis Single Jadilah Pemenang

Jakarta - Industri musik Indonesia kembali menghadirkan karya yang...

Rully Irawan Rilis Single Markisa Bersama RAUN

Jakarta - 17 Mei 2026 menjadi momen penting bagi...

Program MBG Mendorong Pentingnya Membentuk Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045

Bogor - Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama...