Jakarta – Grup musik eksperimental BATDD (Bimbingan Anak Tersiap di Dunia) resmi merilis single terbaru berjudul “Tanggeria” pada Jumat, 17 April 2026. Rilisan ini berada di bawah naungan label Greedy Dust dan sudah tersedia di seluruh digital streaming platform (DSP).
Lagu “Tanggeria” menjadi penutup dari repertoar EP “Tamasya Dibuka” sekaligus pembuka jalan menuju album penuh bertajuk “TANGGERIA” yang akan segera diluncurkan.
Single “Tanggeria” digambarkan sebagai nyanyian tentang kematian dan kehilangan yang kemudian sembuh untuk menjadi bentuk kehidupan baru. Liriknya sarat dengan imajineria khas BATDD, melanjutkan kisah fabel surreal yang sebelumnya hadir dalam EP “Tamasya Dibuka”.
Salah satu penggalan lirik berbunyi “Imajineria terurai menjadi rupa kamu”, yang menurut Dika si Anggur (gitar dan vokal) menggambarkan kebahagiaan tokoh Bapak Loket Berkumis karena menemukan kesembuhan atas delusinya melalui Emily, sosok apoteker berwujud manusia setengah katak.
Dalam proses kreatifnya, BATDD menghadirkan banyak suara dengan garis melodi dan ritme yang berjalan terpisah. Setiap elemen musik memiliki jalannya sendiri, tidak saling bergantung, namun tetap menghasilkan harmoni yang unik.
“Pas workshop, Dika si Anggur minta tolong ke kita semua buat lagunya yang Tanggeria ini, untuk tabrakin semua melodi dan ritme. Soalnya dia bilang disuruh sama dewa musik,” ungkap Dea si Gajah (vokal dan gitar).
Pendekatan eksperimental ini memperlihatkan keberanian BATDD untuk keluar dari pakem konvensional, sekaligus menciptakan warna baru dalam repertoar musik mereka.
Selain musik, Tanggeria juga divisualisasikan melalui artwork yang dibuat oleh Dea si Gajah menggunakan bahan dasar tanah liat dan resin. Artwork tersebut menyorot hutan Tanggeria, Pohon Malampa sebagai sumber kehidupan, serta momen Emily memberikan Biji Pohon Malampa kepada Bapak Loket Berkumis.
Dea menjelaskan proses kreatif yang penuh eksperimen hingga akhirnya menemukan ide, meski awalnya sulit membayangkan konsep visual.
“Setelah melalui berbagai aktivitas, termasuk berendam dan mendengarkan lagu Tanggeria dengan intensitas penuh, akhirnya muncul inspirasi untuk membuat miniatur menggunakan tanah liat,” katanya.
Dengan dirilisnya single ini, BATDD menegaskan konsistensi mereka dalam menghadirkan karya yang tidak hanya musikal, tetapi juga konseptual. Single “Tanggeria” bukan sekadar lagu, melainkan sebuah pengalaman artistik yang menggabungkan musik, cerita, dan visual. []

