Jakarta –Salah seorang Staf Khusus Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yakni Fajar Sidik Abdullah Kelana bisa menjadi contoh bagi generasi muda terutama dari kelas ekonomi tidak berpunya.
Meski orang tuanya hanya buruh miskin di Sragen, Jawa Tengah, tidak menyurutkan niat Fajar menempuh pendidikan setinggi mungkin.
Ibunda Fajar, Minah membesarkan dua putra seorang diri. Suaminya meninggal tidak lama setelah Fajar lahir.
Minah menjalankan peran sebagai Ibu dan Ayah untuk memperjuangkan masa depan kedua putranya.
Minah menawarkan tenaganya sebagai seorang buruh tani membantu pemilik sawah untuk menanam dan juga memanen padi.
Minah seorang yang buta huruf. Itu sebabnya dia tidak memiliki pilihan pekerjaan lain.
Tapi semangatnya tidak patah untuk memberikan yang terbaik untuk putranya, Fajar.
Hingga Fajar bisa berkuliah di kampus ternama di Indonesia dan bahkan di dunia.
Fajar menempuh pendidikan S1 di Universitas Gadjah Mada (UGM) Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan lulus dengan predikat cumlaude.
Tak berhenti di situ, Fajar melanjutkan kuliah S2 di KTH Royal Institute of Technology, Program Studi Innovation Management, Department of Mechanical Engineering.
Menariknya, Fajar menempuh pendidikannya berkat dukungan beasiswa dari berbagai pihak. Fajar bahkan mendapat beasiswa S2 dari fasilitas pemerintah, yakni LPDP.
Berkat dukungan dari keluarga termasuk sang istri Dhika Yulisa Putri serta banyak pihak, Fajar berhasil memperoleh berbagai penghargaan internasional dengan berbagai karya dan inovasi teknologi yang dibuatnya.
Diantaranya, alumni muda UGM Beprestasi 2023; International Top 20 James Dyson Award 2022; Grand Prize Winner of We Innovate Imperial Enterprise Lab 2022, Mata Garuda Prize 2021, Kategori Sains & Teknologi; Grand Prize Winner of TFF Innovation Challenge 2020.
People`s Choice Award of Cisco Global Problem Solver Challenge 2019; Grand Prize Winner of Ideas for Action IMF - World Bank Group 2018; dan Grand Prize Winner of Asia Pacific Japan Cisco Global Problem Solver Challenge 2017.
Panggilan dari negara datang pada awal tahun 2025. Fajar diberikan jabatan menjadi salah satu Tim Staf Khusus Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang fokus pada bidang pendidikan, riset, inovasi, dan teknologi.
“Saya hanyalah anak buruh tani, dibesarkan oleh seorang ibu yang mengajarkan keteguhan dengan diam, dan doa dengan kerja yang tak pernah berhenti. Ibu saya, Ibu Minah, mengajarkan bahwa hidup bukan tentang seberapa jauh kita melangkah, tetapi seberapa ikhlas kita menjalaninya. Dalam keterbatasan, beliau menanam harapan, dan dari doa-doanya, saya tumbuh,” tulis Fajar dikutip di akun Instgaramnya, Minggu, 1 Februari 2026.
“Semoga perjalanan ini menjadi pengingat bahwa anak desa pun boleh memandang cakrawala, bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti, dan bahwa setiap langkah, jika diniatkan karena Allah, selalu punya jalan pulang pada kebermanfaatan,” pesan Fajar. []