Daerah Sabtu, 28 Oktober 2023 | 19:10

Fenomena El Nino, Ratusan Remaja Camping Perubahan Iklim di Pesantren Ekologi Al-Mizan

Lihat Foto Fenomena El Nino, Ratusan Remaja Camping Perubahan Iklim di Pesantren Ekologi Al-Mizan Camping Perubahan Iklim di Majalengka, Sabtu, 28 Oktober 2023. (Foto: Istimewa)

Jakarta - Bencana kekeringan melanda hampir seluruh wilayah Tanah Air. Bahkan di beberapa tempat kekeringan terjadi, hingga membuat kurangnya pasokan air bersih serta menyebabkan kebakaran hutan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, kemarau panjang yang terjadi ini akibat dari fenomena "El Nino" sehingga musim kemarau menjadi lebih lama dari biasanya.

Prihatin atas bencana klimatologis itu, Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq menginisiasi Camping Perubahan Iklim. Kegiatan yang digelar selama 3 hari itu diikuti oleh ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Majalengka.

Selain booth camp, ratusan pelajar juga dibekali dengan wawasan tentang kebencanaan, pelestarian lingkungan, juga penanaman pohon bersama.

Acara ini bekerja sama dengan Pesantren Ekologi Al Mizan Wanajaya yang bekerja sama dengan para pegiat alam Majalengka.

Sebagai pembicara yakni Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi dan SDA Enny Supartini, serta climate leader yang juga aktivis lingkungan, Lyta Permatasari.

Kiai Maman mengatakan, kekeringan yang mengancam krisis pangan ini perlu disikapi dengan serius. Apalagi, fenomena El Nino ini terjadi akibat dari perubahan iklim.

"Isu perubahan iklim, ketahanan pangan, energi, juga air ini yang relevan menjadi topik bahasan. Jadi kita perlu move on, jangan ngomong lagi soal radikal dan sebagainya. Padahal ancaman nyata di depan kita adalah isu perubahan iklim dan energi. Ini yang perlu dikerjakan serius," kata Kiai Maman kepada wartawan di Majalengka, Sabtu, 28 Oktober 2023.

Sementara itu, Enny Supartini mengapresiasi kegiatan Camping Perubahan Iklim tersebut.

Ia berharap bekal ilmu yang didapat oleh para pelajar yang mengikuti kegiatan, dapat disebarkan kepada rekan-rekan sesama siswa lainnya di masing-masing sekolah.

"Ini semua merupakan bagian dari upaya pengurangan risiko bencana," ujar Enny.

Aktivis lingkungan Lyta Permatasari berharap, kegiatan ini tidak hanya berhenti pada program edukasi saja, namun perlu program lanjutan lainnya yang mengikat para peserta semua dalam lingkup komunitas pecinta lingkungan.

Lyta menegaskan, wawasan tentang pelestarian alam memang harusnya diberikan kepada para pelajar sedini mungkin karena merekalah generasi pewaris Bumi yang menjadi tempat kehidupan manusia.[]

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya