Bandung - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Memasuki hari kesembilan, total 74 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi dari area terdampak bencana. Dengan capaian tersebut, jumlah korban yang masih dinyatakan hilang kini tersisa enam orang.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menjelaskan bahwa tim SAR gabungan memperluas jangkauan pencarian dengan membuka titik kerja baru, yakni worksite A3, pada Minggu (1/2/2026). Langkah ini diambil untuk meningkatkan peluang menemukan korban yang masih tertimbun material longsor.
Perluasan area pencarian itu membuahkan hasil. Dari worksite A3, tim berhasil mengevakuasi dua kantong jenazah, sementara dua kantong jenazah lainnya ditemukan di worksite A2.
Seluruh kantong jenazah yang telah diangkat dari lokasi langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi. Hingga Minggu, tim DVI tercatat telah berhasil mengidentifikasi 57 korban.
Ade mengungkapkan bahwa kondisi cuaca yang sempat diguyur hujan tidak menjadi hambatan berarti dalam proses pencarian. Menurutnya, seluruh personel tetap bekerja maksimal di lapangan.
“Seluruh unsur, Basarnas, TNI, Polri, kementerian, lembaga, relawan, terus bekerja secara profesional dan penuh dedikasi dalam misi kemanusiaan ini,” ujar Ade di lokasi bencana, Desa Pasirlangu.
Pada hari kesembilan operasi SAR, tim lebih banyak mengandalkan alat berat untuk membantu proses evakuasi. Penggunaan peralatan tersebut disesuaikan dengan kondisi korban yang telah lama tertimbun material longsoran, sehingga memerlukan penanganan khusus dalam proses pencarian.