News Rabu, 07 Januari 2026 | 22:01

‎ORADO Menggeliat, Erick Thohir Ingin Domino Jadi Kekuatan Ekonomi Baru Sport Industry Nasional

Lihat Foto ‎ORADO Menggeliat, Erick Thohir Ingin Domino Jadi Kekuatan Ekonomi Baru Sport Industry Nasional Menpora Erick Thohir saat menghadiri pelantikan pengurus ORADO di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026. Foto: Morteza Syariati Albanna.

‎Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendorong peran Pengurus Besar Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) dalam mentransformasi domino bukan sekadar permainan tradisional, tetapi menjadi bagian dari industri olahraga nasional yang berdaya ekonomi tinggi. 

‎Dalam acara pelantikan pengurus ORADO, Menpora Erick menegaskan bahwa ekosistem olahraga nasional perlu melihat cabang olahraga secara luas 

‎"Tidak hanya soal prestasi, tetapi sebagai motor pertumbuhan ekonomi," ujar Erick di Hotel Mulia Jakarta pada Rabu, 7 Januari 2026.

‎Menurut dia, hal ini sejalan dengan arah kebijakan Kemenpora yang sedang menyiapkan industri olahraga dan sport tourism sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. 

‎“Kalau kita lihat angka sport industry di dunia Rp80 ribu triliun, tumbuh delapan persen per tahun,” kata Erick.

‎Ia menekankan, ORADO yang lahir dengan tujuan menjadikan domino sebagai cabang olahraga berprestasi dan profesional, kini mendapat perhatian pemerintah. 

‎"Organisasi ini bergerak dalam pembinaan atlet, penyelenggaraan turnamen, serta pengembangan standar kompetisi yang etis dan transparan," ujarnya.

‎Erick berharap apabila domino dapat berkembang menjadi olahraga besar, maka Indonesia bisa menjadi tuan rumah kejuaraan dunia.

‎"Memanfaatkan sport tourism untuk menunjukkan keindahan Indonesia sekaligus menggerakkan ekonomi lokal," ujarnya.

‎Ia menambahkan, di sisi bersamaan langkah ini juga menguatkan sinergi antara struktur organisasi olahraga lokal seperti ORADO dengan kebijakan nasional yang tengah digalakkan untuk memperluas peluang ekonomi.

‎"Membuka ruang investasi dalam industri olahraga," ujar Erick Thohir.

‎Menurut Erick, sebagian besar industri olahraga global masih dikuasai negara-negara tertentu. Sekitar 40 persen industri olahraga dunia berada di Amerika Serikat, dengan olahraga prestasi yang berkembang menjadi industri seperti basket, american football, dan baseball.

‎Ia menambahkan, negara lain juga berhasil mengemas cabang olahraga menjadi industri, seperti sepak bola di Inggris, rugby di Australia, dan kriket di India. 

‎Selain itu, terdapat pula olahraga yang sejak awal dibangun dengan pendekatan industri hiburan seperti UFC dan WWE.

‎Erick menegaskan, Indonesia perlu memanfaatkan peluang dengan mengembangkan berbagai cabang olahraga, termasuk domino, sebagai bagian dari ekosistem sport industry.

‎"Olahraga dapat menjadi sarana pengembangan prestasi dan kesehatan yang memiliki nilai ekonomi," kata dia.

‎

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya