Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku sengaja mendorong Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya atau PAM Jaya (Perseroda) untuk melakukan Initial Public Offering (IPO), melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan target tahun 2027.
Alasan utamanya ialah, setelah menjadi perusahaan terbuka (Tbk.), bisa lebih dikontrol langsung oleh publik.
"Tetapi saya berpikir bahwa kalau PAM Jaya ke depannya lebih dikontrol publik atau sudah bisa IPO," kata Pramono Anung di Pejompongan, Jakarta Pusat pada Kamis, 8 Januari 2026
Pramono mewanti-wanti seandainya PAM Jaya sudah IPO melantai di BEI, maka saham mayoritas tetap dimiliki oleh Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta.
"Maksimum IPO-nya adalah 30 persen, saya yakin ini akan membuat perusahaan ini semakin sehat," ucap politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu.
Pramono meyakini pengelolaan air minum oleh BP BUMN maupun BUMD ke depan akan lebih baik daripada dikelola oleh pihak swasta.
"Karena dari sejarah belajar dari PAM Jaya sendiri, dulu ketika dikelola oleh swasta, capaiannya enggak pernah terpenuhi, masyarakatnya seringkali komplain dan enggak sehat," ujar dia.
Ia pun mengapresiasi ketaktisan Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin dan Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Paloh yang telah mengakomodir Ranperda ihwal perubahan status PAM Jaya dari sebelumnya Perum menjadi saat ini Perseroda, disahkan pada Desember 2025.
"Saya secara khusus juga menyampaikan apresiasi, terima kasih kepada Bapak Ketua DPRD dan Ketua Komisi B yang telah membantu proses untuk perubahan dari Perum menjadi Perseroda," tuturnya.
Ia berharap, dengan naik status menjadi Perseroda, PAM Jaya akan semakin profesional melayani masyarakat dan tata kelolanya semakin baik.
"Agar menjadi Pam Jaya betul-betul lebih profesional, dikelola secara baik, tidak hanya bergantung kepada person yang ada di balik kota," ujar Pramono Anung.