Jakarta - Direktur Utama (Dirut) PAM Jaya adalah Arief Nasrudin mengungkapkan kepercayaan diri alias pede perihal target Perusahaan untuk melantai atau melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hal itu ia sampaikan dalam acara CSR kegiatan donor darah yang dihadiri oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno dan Sekda Jakarta Uus Kuswanto di Kantor PAM Jaya, Jakarta Timur pada Minggu, 28 Desember 2025.
Kendati demikian, Arief tidak menyebutkan secara detail kapan PAM Jaya akan melakukan Initial Public Offering (IPO) di BEI. Menurut dia, hal ini patut diumumkan dan dibanggakan.
"Mudah-mudahan kalau memang Allah SWT memberkahi Pak, kita akan bergerak Menuju ke IPO dan itu akan mengangkat image perusahaan milik Pemprov DKI Jakarta itu, yang menjadi salah satu kebanggaan. Kita harus terus memberikan bakti kita kepada masyarakat Jakarta," ujarnya dikutip Sabtu, 3 Januari 2026.
Kata Arief, dalam rangka menuju IPO, pihaknya menargetkan untuk terus memperluas akses air bersih bagi warga Jakarta, sekaligus menjalankan program CSR.
"Tahun depan target kita 450.000 sambungan atau mencapai 1.000 kilometer. Saat ini pipa PAM itu sudah 12.800 kilometer," ucapnya.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas potensi kemacetan di Jakarta akibat proyek sambungan air minum sepanjang 1.000 km pada tahun 2026 ini.
"Jadi sekaligus saya minta maaf ke Pak Sekda juga nih, mohon maaf nih Pak nanti bikin macet lagi Pak 1000 Km," kata Arief.
Kendati berpotensi menimbulkan dampak kemacetan lalu lintas, Arief menegaskan proyek tersebut merupakan bagian dari target besar perusahaan dalam memperluas akses air bersih bagi warga Jakarta.
Menurut dia, perluasan jaringan ini menjadi krusial, utamanya untuk menjangkau masyarakat kecil yang selama ini belum sepenuhnya menikmati layanan air bersih perpipaan.
Adapun proyek sambungan air minum PAM Jaya ditargetkan selesai tahun 2029 mendatang.
“Kalau kita masuk ke masyarakat kecil, nantinya air bersih yang bisa dimanfaatkan itu luar biasa manfaatnya buat masyarakat kecil,” ujarnya.
Pemprov DKI Jakarta Paparkan Kinerja PAM Jaya Tahun 2025
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memimpin rapat laporan APBD 2025 di Balai Kota Jakarta. Foto: Morteza Syariati Albanna.
Dalam laporan realisasi APBD DKI Jakarta Kuartal III Tahun 2025 yang dipaparkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta pada akhir November 2025, sektor pemenuhan air bersih dan air minum menjadi agenda pembangunan ibu kota.
Hingga akhir kuartal III 2025, alokasi anggaran untuk pemenuhan air bersih dan air minum tercatat sebesar Rp1,39 triliun. Dari jumlah tersebut, realisasi anggaran telah mencapai Rp0,76 triliun atau setara 54,93 persen.
Salah satu fokus utama penggunaan anggaran tersebut adalah pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Setu Babakan dan Pesanggrahan yang diharapkan dapat menambah kapasitas produksi air bersih sekaligus memperkuat sistem distribusi air minum di wilayah Jakarta Selatan dan sekitarnya.
PAM JAYA juga melakukan peningkatan layanan melalui upgrading Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Buaran 3. Upaya ini dibarengi dengan percepatan pembangunan sekitar 20.000 sambungan rumah yang bersumber dari SPAM Jatiluhur. Program tersebut mengurangi ketergantungan warga pada air tanah yang berpotensi memperparah penurunan muka tanah di Jakarta.
Lalu, realisasi anggaran Pemprov DKI juga diarahkan pada penyediaan 51 unit water purifier di fasilitas umum dan sekolah.
Selain itu, PAM JAYA turut mengadakan sistem pemantauan kualitas air secara daring melalui alat online monitoring (Onlimo). Dengan teknologi ini, kualitas air dapat dipantau secara real time.
Kemudian, peningkatan layanan air limbah menjadi salah satu isu penting yang mendapat perhatian serius sebagai bagian dari strategi besar menjaga kualitas lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat ibu kota.
Hingga Oktober 2025, cakupan layanan air limbah di Jakarta telah mencapai 28,27 persen atau setara dengan sekitar 3 juta people equivalent. Capaian ini menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dalam tiga tahun terakhir, dari 25,19 persen pada 2023, meningkat menjadi 27,29 persen pada 2024, dan kembali naik pada 2025.
"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pada akhir tahun 2025 cakupan layanan ini dapat meningkat menjadi 28,53 persen, sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang untuk mencapai cakupan 51,36 persen pada 2030," kata Pramono Anung.
Di sisi bersamaan, jumlah pelanggan layanan air limbah juga mengalami pertumbuhan. Hingga Oktober 2025, tercatat sebanyak 2.978 unit pelanggan telah terlayani, naik dari 2.930 unit pada 2024 dan 2.880 unit pada 2023.
Dari sisi infrastruktur, panjang jaringan pipa air limbah yang telah terbangun hingga Oktober 2025 mencapai 124,29 kilometer. Angka ini meningkat dibandingkan 122,04 kilometer pada 2024 dan 119,92 kilometer pada 2023.
"Hingga akhir tahun 2025, total panjang pipa air limbah di Jakarta diproyeksikan mencapai 132 kilometer," ujarnya.
PAM Jaya juga melakukan penambahan kapasitas pengolahan air limbah melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) TB Simatupang.
PAM JAYA juga memperluas cakupan layanan air bersih. Hingga Oktober 2025, cakupan layanan air bersih di Jakarta telah mencapai 76,43 persen sambungan. Angka ini meningkat sebesar 6,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 69,73 persen. Pada akhir tahun 2025, Pemprov DKI Jakarta menargetkan cakupan layanan air bersih dapat mencapai 78,79 persen.
Lalu, jumlah sambungan pelanggan PAM JAYA juga terus bertambah. Hingga Oktober 2025, total sambungan tercatat sebanyak 1.052.685 unit, meningkat dari 948.640 sambungan pada 2024 dan 930.970 sambungan pada 2023.
Dari sisi sambungan baru, hingga Oktober 2025 PAM JAYA berhasil menambah 60.465 sambungan pelanggan. Jumlah ini melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan 26.159 sambungan baru, atau meningkat sebanyak 34.306 sambungan secara year on year.
"Hingga akhir tahun 2025, total sambungan baru diproyeksikan mencapai 130.000 unit," katanya.
Kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) juga menjadi bagian dari strategi layanan PAM JAYA. Melalui program Kartu Air Sehat, pelanggan kategori MBR 2A1 dan 2A2 mendapatkan keringanan layanan. Hingga Oktober 2025, program ini telah menjangkau 441.955 pelanggan atau sekitar 42,9 persen dari total pelanggan PAM JAYA, sehingga akses air bersih tetap terjangkau bagi masyarakat rentan.
Sementara dari sisi infrastruktur produksi, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Buaran III telah selesai dibangun dan beroperasi dengan realisasi kapasitas 600 liter per detik, sebagai bagian dari target pengembangan kapasitas jangka panjang sebesar 3.000 liter per detik. IPA Pesanggrahan juga telah beroperasi dengan kapasitas 750 liter per detik.
Di sisi lain, hingga Oktober 2025, sebanyak 155 unit water purifier telah dipasang di berbagai lokasi strategis, guna menyediakan akses air minum yang aman bagi masyarakat.
Lalu, hingga Oktober 2025, panjang pipa air PAM bertambah sebanyak 476 kilometer, untuk memperkuat keandalan distribusi air bersih di tengah dinamika kebutuhan air Jakarta yang terus meningkat.