News Senin, 22 Desember 2025 | 19:12

Pramono Anung dan Andi Sudirman Sulaiman Perkuat Kerja Sama Investasi, Ketahanan Pangan hingga Smart City JAKI ‎

Lihat Foto Pramono Anung dan Andi Sudirman Sulaiman Perkuat Kerja Sama Investasi, Ketahanan Pangan hingga Smart City JAKI  ‎ Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) sepakat perkuat kerja sama di berbagai bidang, diumumkan di Balaikota Jakarta pada Jumat, 19 Desember 2025. Foto: Morteza Syariati Albanna.

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman melakukan pertemuan membahas pembelajaran dan pertukaran praktik baik terkait regulasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), investasi, serta penguatan pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna mempererat kerja sama antardaerah.

‎Gubernur Pramono menyebut pertemuan ini sebagai langkah konkret untuk mengembangkan potensi kedua daerah secara saling menguntungkan, khususnya di sektor kepegawaian, tata kelola birokrasi, pertanian, dan peternakan. 

‎Menurutnya, kolaborasi antardaerah merupakan kunci untuk mempercepat pembangunan yang berkelanjutan.

‎“Pemprov DKI Jakarta juga menawarkan pemanfaatan konsep Smart City melalui aplikasi JAKI yang kami miliki untuk dapat diterapkan di Sulawesi Selatan. Kami siap memberikan pendampingan, edukasi, pelatihan, serta berbagi pengetahuan terkait implementasinya,” ujarnya di Balai Kota Jakarta, dikutip Senin, 22 Desember 2025.

‎Selain digitalisasi, penguatan ketahanan pangan menjadi fokus penting dalam kerja sama ini. Gubernur Pramono menilai Sulawesi Selatan memiliki potensi besar sebagai daerah agraris sekaligus sentra produksi perikanan nasional. 

‎Ia pun telah meminta jajaran terkait, khususnya Biro Kerja Sama Daerah, untuk menindaklanjuti berbagai peluang kolaborasi, termasuk kemungkinan investasi Pemprov DKI Jakarta di sektor pertanian dan perikanan Sulawesi Selatan.

‎“Kami melihat potensi Sulawesi Selatan di sektor perikanan dan pertanian itu luar biasa. Saya sudah meminta jajaran untuk mendalami peluang tersebut. Apabila memungkinkan, sebagaimana kerja sama dengan daerah lain, Pemprov DKI Jakarta siap berinvestasi di sektor tersebut,” tambahnya.

‎Lebih lanjut Gubernur Pramono menjelaskan, kerja sama ketahanan pangan ini dirancang untuk kepentingan jangka menengah dan panjang. 

‎Sementara untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru (Nataru), ia memastikan kondisi pangan Jakarta relatif aman dan terkendali, dengan inflasi yang diproyeksikan tetap terjaga di kisaran 2,6–2,7 persen serta pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.

‎Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi Pemprov DKI Jakarta dan menyampaikan ketertarikannya untuk memperkuat kerja sama, khususnya di bidang Smart City dan pengelolaan BUMD. 

‎Ia menilai Jakarta sebagai daerah dengan tata kelola Smart City yang telah terbukti efektif dan terintegrasi dengan baik.

‎Menurut Gubernur Andi, kolaborasi ini membuka peluang berbagi sistem dan pengalaman, terutama dalam percepatan layanan transportasi dan digitalisasi pemerintahan. 

‎Ia mencontohkan pengelolaan transportasi publik di Jakarta yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan Trans Sulsel agar lebih masif dan terintegrasi, mengingat luasnya wilayah Sulawesi Selatan.

‎“Kerja sama ini mencakup percepatan adopsi berbagai sistem yang telah diterapkan di DKI Jakarta untuk kami kembangkan dan adaptasi melalui skema berbagi pengetahuan. Termasuk pemanfaatan aplikasi JAKI dan pengelolaan BUMD. Selain itu, kami juga menawarkan sejumlah produk unggulan Sulawesi Selatan sebagai daerah agraris dan lumbung padi nasional. Terima kasih kepada Gubernur Pramono dan seluruh jajaran. Hasil pertemuan ini akan segera kami tindak lanjuti,” kata Gubernur Andi.

‎Sebagai informasi, Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Sulawesi Selatan sebelumnya telah memiliki Kesepakatan Bersama tentang Pengembangan Potensi Daerah dan Peningkatan Pelayanan Publik yang berlaku hingga 5 Oktober 2027. 

‎Ruang lingkup kerja sama tersebut meliputi sektor transportasi dan perhubungan, ketahanan pangan, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

‎Kesepakatan bersama tersebut telah diadendum pada 2025 sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan Program Transmigrasi 2025. 

‎Dalam adendum tersebut, Provinsi DKI Jakarta memperoleh alokasi penempatan transmigran sebanyak tiga kepala keluarga yang akan ditempatkan di Satuan Permukiman Lagading, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. []

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya