Jakarta - Penyanyi dan penulis lagu, Kenny, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Serdadu Sam kembali menegaskan eksistensinya di kancah musik alternatif Indonesia dengan merilis album penuh bertajuk Kronik.
Setelah sebelumnya dikenal lewat single Kami adalah Badai, Agrippina, reinterpretasi berani atas karya klasik Harry Roesli Setengah Tiang, dan The Lady with the Sapphire in Her Eyes, kini Kenny, sosok di balik Serdadu Sam, menghadirkan rangkaian 13 trek yang dirancang sebagai bab-bab dari sebuah buku kehidupan.
Album ini memotret ambisi, ketamakan, kegagalan, perpisahan, pertobatan, kehilangan, hingga semangat memperjuangkan hidup yang lebih baik.
"Kronik adalah dokumentasi batin. Saya tidak sedang membuat album komersial, saya sedang menulis catatan untuk dipahami, oleh siapa pun yang pernah merasa sendiri, lelah, tidak berdaya dihantam kerasnya kehidupan, dan ditelan kekecewaan di tengah keramaian, namun tetap harus berjuang menjalani hidup yang terus berjalan," ujar Kenny, dikutip Opsi pada Rabu, 21 Januari 2026.
Materi album ini telah dirancang sejak 2021, berangkat dari pengalaman pribadi, observasi, serta cerita orang-orang terdekat.
Hampir seluruh lagu ditulis dalam Bahasa Indonesia dengan pendekatan naratif yang puitis, kecuali lagu Setengah Tiang yang dihidupkan kembali dengan restu keluarga almarhum Harry Roesli melalui sentuhan brass dan nuansa kontemporer.
Album ini juga menghadirkan lagu berdurasi panjang seperti Kalibut, nomor progresif rock berdurasi lebih dari 12 menit yang mengangkat konflik Gaza. Kenny menegaskan bahwa ia tidak ingin dibatasi aturan industri soal durasi, melainkan membiarkan cerita selesai pada waktunya.
Sementara itu, single unggulan Dan Akhirnya Selamanya menjadi kolaborasi dengan Bemby Gusti dari Band Sore Ze Band, yang ditujukan sebagai pesan personal untuk kedua putrinya.
"Saya menganggap lagu ini sebagai `My Way`-nya Serdadu Sam," tutur Kenny.
Dalam proses kreatifnya, Serdadu Sam menggandeng banyak musisi ternama seperti Rama Moektio, Dave Lumenta, Mondo Gascaro, Denny Chasmala, Indro Hardjodikoro, Andre Dinuth, Adra Karim, hingga Moscow Metropolitan Session Orchestra.
Produksi dilakukan di Studio 168 dengan Kenny dan Fay Ismail sebagai produser, mixing oleh Fay, serta mastering oleh Dimas Pradipta. Kenny menekankan bahwa kolaborasi menjadi pola kerja yang ia nikmati karena setiap musisi mampu menyuntikkan nyawa pada lagu-lagu yang ia ciptakan.
Baca juga: Man Sinner Panaskan Panggung Buitenstage Volume 2 di Bogor
Baca juga: Duo Jazz Arumtala Rilis Single Baru, Salam Sehat
Album Kronik dirilis melalui kerja sama dengan label demajors dan sudah dapat didengarkan sejak 16 Januari 2026 di berbagai platform digital seperti Spotify, YouTube Music, TikTok Music, Apple Music, dan Langit Musik. []