Pilihan Kamis, 07 Juli 2022 | 15:07

Yuk, Keliling 6 Benteng Peninggalan Kolonial yang Instagenic

Lihat Foto Yuk, Keliling 6 Benteng Peninggalan Kolonial yang Instagenic Benteng Pendem Van Den Bosch. (Foto: Kemenparekraf)
Editor: Tigor Munte

Jakarta - Selain wisata alam yang melimpah, Indonesia juga kaya wisata sejarah. Sejumlah benteng peninggalan era kolonial tersebar di berbagai daerah. 

Benteng-benteng tersebut masih berdiri kokoh dan beralih fungsi menjadi tempat wisata. 

Bukan cuma arsitektur bangunan khas kolonial aja yang menarik, tapi juga terselip nilai historis di setiap spot indahnya yang instagenic.

Simak 6 destinasi benteng bersejarah di Indonesia.

1. Benteng Marlborough, Bengkulu

Ini adalah benteng peninggalan dari Inggris. Benteng Marlborough dibangun pada tahun 1713 saat pemerintah kolonial Inggris masih menguasai Bengkulu dari tahun 1685 - 1985. Benteng Marlborough. (Foto: Kemenparekraf)

 

Benteng Marlborough adalah contoh asli dari desain dan rupa bangunan di abad ke-17. Benteng ini punya gapura ikonik yang mirip sama latar tempat di film-film kolosal. 

Lokasi: Jalan Benteng, Kebun Keling, Kecamatan Tlk. Segara, Kota Bengkulu.

2. Benteng Vredeburg DI Yogyakarta

Benteng peninggalan era kolonial Belanda bernama Vredeburg. Berada di depan Keraton Kesultanan Yogyakarta.

Benteng ini punya hubungan erat dengan Kesultanan Yogyakarta. Dibangun pada tahun 1760 atas perintah dari Sri Sultan Hamengku Buwono I dan permintaan dari pihak pemerintahan kolonial Belanda.

Benteng Vredeburg. (Foto: Kemenparekraf)

Benteng Vredeburg punya bentuk persegi yang mirip dengan empat menara pantau di masing-masing sudut Kesultanan Yogyakarta. 

Buat spot foto instagenic, bisa menjelajahi kawasan depan benteng dengan gapura berdesain khas arsitektur Belanda dilengkapi lanskap langit yang menawan.

Lokasi: Jalan Margomulyo No.6, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.

3. Benteng Vastenburg, Surakarta, Jawa Tengah

Di Benteng Vastenburg bakal disuguhi pemandangan megah dari bangunan cantik berwarna putih dengan arsitektur khas Eropa. 

Benteng Vastenburg. (Foto: Kemenparekraf)

Benteng ini dibangun atas perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda bernama Baron Van Imhoff pada tahun 1745. 

Setelah era kolonial, selain sebagai tempat wisata benteng ini juga beralih fungsi menjadi venue untuk event atau pertunjukan seni. 

Bagian muka fasad Benteng Vastenburg juga sudah mengalami renovasi supaya pengunjung bisa menikmati dan mengabadikan keindahan benteng ini.

Lokasi: Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Surakarta City.

4. Benteng Pendem Van Den Bosch, Ngawi, Jawa Timur

Diambil dari nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada masa itu, Johannes van den Bosch.

Benteng Pendem Van Den Bosch. (Foto: Kemenparekraf)

Kawasan benteng di Ngawi tersebut dibangun pada tahun 1839. Benteng Pendem Van Den Bosch punya keunikan tersendiri karena dibuat lebih rendah dari tanah sekitarnya atau dikelilingi tanah yang lebih tinggi sehingga dari luar kelihatan terpendam. 

Karena itu nama lain benteng ini ialah Benteng Pendem. Menjelajahi kawasan Benteng Pendem bisa membuat seperti ada di kawasan Colosseum dengan bangunan tuanya yang tak kalah apik buat difoto.

Lokasi: Jalan Untung Suropati No.II, Pelem II, Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi.

5. Benteng Rotterdam, Makassar, Sulawesi Selatan

Benteng yang berlokasi di Jalan Ujung Pandang tersebut dibangun pada tahun 1545. Awalnya, Benteng Rotterdam didirikan oleh Kerajaan Gowa-Tallo sebelum akhirnya diambil alih oleh Hindia Belanda dan berubah nama menjadi Fort Rotterdam.

Benteng Rotterdam. (Foto: Kemenparekraf)

Sambil berkeliling bisa menelusuri tiap sudut areanya yang ciamik buat berfoto sambil ditemani hamparan taman yang asri dan menenangkan. 

Lokasi benteng ini juga dekat dengan ikon Kota Makassar, Pantai Losari. 

Lokasi: Jalan Ujung Pandang, Bulogading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.

6. Benteng Belgica, Banda Neira, Maluku

Benteng Belgica dijuluki pentagonnya Indonesia. Dicalonkan sebagai situs warisan Unesco sejak tahun 1995.

Benteng yang berlokasi di Banda Neira, Maluku Tengah itu juga punya riwayat sejarah yang panjang.

Benteng Belgica. (Foto: Kemenparekraf)

Benteng Belgica awalnya digunakan untuk menghadapi penduduk Banda yang menentang monopoli perdagangan VOC.

Sempat diambil alih Belanda pada tahun 1611 lalu dikuasai Inggris di tahun 1796. 

Lanskap sekitar benteng bersanding dengan panorama laut yang tak kalah indah.

Lokasi: Banda Neira, Nusantara, Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. [Kemenparekraf]

 

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya