Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan memangkas jumlah badan usaha milik negara (BUMN) dari 1.043 perusahaan menjadi 300 perusahaan pada tahun ini.
Langkah ini dilakukan melalui konsolidasi dan penggabungan sejumlah anak usaha.
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria memastikan proses perampingan tersebut tidak akan disertai pemutusan hubungan kerja (PHK).
Ia meminta masyarakat tidak khawatir terhadap dampak restrukturisasi tersebut.
"Tentu masyarakat sudah mendengar bahwa kita punya 1.043 perusahaan, nanti tahun ini harus selesai menjadi tinggal 300 perusahaan. Tapi enggak usah khawatir, tidak akan terjadi PHK," ujar Dony seperti mengutip acara CNBC Indonesia Outlook, Selasa, 11 Februari 2026.
Dony menjelaskan, pemangkasan dilakukan dengan menyatukan sejumlah anak usaha agar masing-masing perusahaan lebih fokus pada bisnis inti.
Sebagai contoh, Pertamina akan melepas anak usaha non-migas untuk kemudian digabungkan dengan BUMN lain yang sejenis.
Langkah serupa juga akan diterapkan pada BUMN sektor telekomunikasi, semen, dan pupuk. Perusahaan pelat merah dengan bidang usaha serupa akan dimerger guna memperkuat skala dan daya saing.
Ia mencontohkan, Telkom yang saat ini memiliki 66 anak usaha akan dirampingkan menjadi belasan perusahaan saja. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk juga akan menutup 17 perusahaan semen sebagai bagian dari konsolidasi.
Di sektor asuransi, 15 perusahaan asuransi BUMN akan dipangkas menjadi hanya tiga perusahaan. Sementara itu, BUMN logistik yang saat ini berjumlah 21 perusahaan akan dilebur menjadi satu entitas.
Dony menegaskan, dari 300 perusahaan yang tersisa nantinya diharapkan merupakan entitas yang memiliki skala usaha signifikan, kemampuan finansial kuat, serta kapabilitas sumber daya manusia yang mumpuni untuk berkompetisi.[]