Home News 8.811 WNA Masuk Indonesia Melalui Bandara Soetta, Terbanyak dari Tiongkok

8.811 WNA Masuk Indonesia Melalui Bandara Soetta, Terbanyak dari Tiongkok

0
0

Jakarta – Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, menolak sebanyak 58 warga negara asing (WNA) yang hendak masuk ke Indonesia.

Kabid Tikim Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta, Habiburrahman penolakan itu terhitung sejak 29 November hingga 8 Desember 2021.

Habiburrahman menyebut ada tiga alasan yang membuat pihaknya menolak masuk puluhan WNA tersebut.

Pertama, penolakan dilakukan terhadap 30 WNA. Hal itu dilakukan berdasar alasan keimigrasian atau kedatangannya tidak memiliki maksud dan tujuan yang jelas.

“Penolakan kedua, 24 WNA tidak memenuhi kriteria Peraturan Kementerian Hukum dan HAM Nomor 34 Tahun 2021 tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal Keimigrasian dalam Masa Penanganan Penyebaran Covid-19,” kata Habiburrahman, Kamis, 9 Desember 2021.

Sementara, penolakan ketiga lantaran para WNA pernah mengunjungi atau tinggal di 11 negara.

Orang Asing dari 11 negara itu memang dilarang memasuki Indonesia berdasarkan Surat Edaran (SE) Direktorat Imigrasi Nomor IMI-0270.GR.01.01 Tahun 2021.

Adapun 11 negara itu adalah Afrika Selatan, Lesotho, Eswatini, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Mozambique, Malawi, Zambia, Angola, dan Hongkong.

“Itu ada empat WNA yang ditolak masuk kedatangannya berdasar SE Direktorat Imigrasi Nomor IMI-0270.GR.01.01 Tahun 2021. Artinya yang pernah mengunjungi 11 negara itu ditolak kedatangannya untuk mencegah penularan virus korona varian B.1.1.529 atau Omicron,” ujarnya.

Dia menambahkan, sebanyak 58 WNA yang kedatangannya ditolak berasal dati Pakistan sebanyak 12, 10 orang Nigeria, 9 orang Filipina, 3 orang Australia, 3 orang Ghana, dan lainnya.

Sementara, periode 29 November sampai 8 Desember 2021, masih ada sebanyak 8.811 WNA yang masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta.

“Lima negara yang warganya paling banyak masuk Indonesia dalam periode itu, yakni dari Tiongkok sebanyak 1.052 orang, Korea Selatan 942 orang. India 776 orang, Jepang 677 orang, dan Rusia 640 orang,” ucap Habiburrahman.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here