Gaduh! Nurul Ghufron Jelaskan Harta Kekayaan Melejit Rp 4 M Setahun Jadi Pimpinan KPK

Jakarta – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menjelaskan perihal harta kekayaannya melejit Rp 4 miliar, hanya berselang setahun semenjak ia menjadi pimpinan komisi antirasuah.

Ghufron menjelaskan, salah satu sumber kekayaannya berasal dari perolehan properti melalui hasil lelang dan bangunan yang ia beli dari lelang negara.

“Biasanya terhadap objek yang sudah lelang ke-3 atau harga likuidasi sehingga harga pembeliannya relatif murah,” kata Ghufron saat dikonfirmasi wartawan, dikuti Opsi, Jumat, 3 Desember 2021.

Lebih lanjut Ghufron berkata, aset itu selanjutnya direnovasi dan ada yang dijadikan indekos, maka tak heran nilai jualnya bertambah.

“Kadang saya jual kembali setelah renov atau kadang saya renov untuk usaha kostan,” katanya.

Ghufron berujar, saat ini di Jember, Jawa Timur saja, dirinya memiliki tiga lokasi indekos yang total kamarnya sekitar 70 unit. Meski di saat pandemi pemasukan dari usahanya itu berkurang, tetapi justru pasaran rumahnya naik.

“Masa Covid-19 ini incomenya relatif turun tetapi dalam pelaporan LHKPN saya laporkan bukan saja sebagai harga pasar rumah. Namun, saya laporkan sebagai rumah kostan yang nilainya bisa menjadi 2x lipat dari harga belinya, sehingga kenaikan LHKPN tersebut karena penyesuaian nilai harta tersebut,” ujar dia.

Diketahui, dalam laporan harta kekayaan Nurul Ghufron, kenaikan terjadi dalam setahun dia menjabat sebagai Wakil Ketua KPK. Dari 2019 sejumlah Rp 9.230.857.661, menjadi Rp 13.489.250.570 pada 2020.

Kenaikan harta kekayaan Ghufron ini pun mengundang reaksi dari sejumlah pihak. Salah satunya dari mantan juru bicara KPK Febri Diansyah.

“Jika dilihat data e-lhkpn KPK yang bersifat terbuka ini, saat jadi Dekan, kekayaan @Nurul_Ghufron total Rp 6,7 M. Sampai saat ini sejak jadi Dekan dan selama jadi Pimpinan KPK, total kenaikan Rp 6,7 Milyar. Dugaan saya, penambahan itu bukan hanya karena gaji di KPK. Tapi bisa faktor lain,” kata Febri di Twitter.

Febri lantas meminta Ghufron menjelaskan kenaikan harta kekayaannya.

“Hal itu tentu bisa dijelaskan dengan mudah. Ya bisa juga sekaligus sebagai contoh prinsip transparansi pejabat publik. Bagian dari pencegahan korupsi,” ucap Febri.

Atas dasar pertanyaan tersebut Ghufron memberikan penjelasan. Dia pun berterima kasih kepada semua pihak yang memperhatikan dan menjadi pengawas bagi integritas penyelenggara negara seperti dirinya.

“Saya sampaikan terima kasih atas perhatiannya dan saya berbangga atas pengawasan dan kontrol publik terhadap aparat negara berdasarkan LHKPN, semoga bermanfaat untuk menjaga integritas PN, contohnya dalam hal ini kepada saya,” kata Nurul Ghufron. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Protocol Afro Bungkus Suara Kritis Kepada Sistem di Single Anarki

Jakarta - Industri musik independen Indonesia selalu menarik untuk...

Wantimpres Bukan Sekadar Pengkritik, Ini Kedudukan dan Tugasnya

JAKARTA, Opsi.id  – Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) memiliki kedudukan...

Buntut Diusir dari Ruang Sidang, Ahli Relawan Gibran Adukan Wakil Ketua MK dan Hakim ke MKMK

JAKARTA, Opsi.id – Persidangan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum...

Formasi Laporkan 9 Hakim MK ke MKMK Terkait Perkara Ijazah Gibran

Jakarta, OPSI.ID - Mahasiswa Indonesia (Formasi) melaporkan sembilan hakim Mahkamah...

Polri Bersama Masyarakat: Ujian Besar Kepemimpinan Kapolri Suyudi Ario Seto

Oleh: Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia...

Bupati Tolikara Dorong Pengrajin Terus Berinovasi, Karya Lokal Tampil di Kriyanusa 2026

Jakarta, Opsi.id  — Beragam karya kreatif masyarakat Tolikara tampil...

DPRK Tolikara Gelar Sidang Paripurna Pembahasan dan Penetapan APBD Perubahan 2026

Tolikara, Opsi.id - DPRK Tolikara menggelar Rapat Paripurna Pembahasan...

‎Imbas UU DKJ: DPRD DKI Bakal Temui DPR RI, Bahas Penambahan Kursi Dewan di Jakarta

Jakarta - DPRD DKI Jakarta akan melakukan audiensi dengan...

Berita Terbaru

Popular Categories