HOUSTON, Opsi.id– Timnas Portugal gagal memanfaatkan status unggulan saat ditahan imbang Kongo dengan skor 1-1 pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut memperpanjang catatan kurang meyakinkan Portugal di laga pertama Piala Dunia.
Dalam lima edisi terakhir, Selecao das Quinas tercatat empat kali gagal meraih kemenangan pada pertandingan pembuka.
Portugal sebenarnya memulai laga dengan sempurna. Gelandang muda Joao Neves membawa timnya unggul cepat melalui sundulan pada menit-menit awal pertandingan.
Namun setelah gol tersebut, permainan Portugal justru menurun drastis.
Kongo perlahan mengambil alih kendali permainan dan berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Yoane Wissa menjelang turun minum.
Statistik menunjukkan Kongo tampil lebih agresif dengan delapan percobaan tembakan berbanding tujuh milik Portugal.
Mereka juga unggul dalam tembakan tepat sasaran dan peluang berbahaya yang tercipta.
Ronaldo Gagal Bersinar
Sorotan utama kembali mengarah kepada kapten Portugal, Cristiano Ronaldo.
Pada usia 41 tahun dan tampil di Piala Dunia keenamnya, Ronaldo bermain penuh selama 90 menit. Namun kontribusinya dinilai minim.
Baca juga: Ronaldo Pimpin Portugal di Piala Dunia 2026, Ini Skuad Lengkapnya
Penyerang veteran itu hanya mencatat tiga tembakan. Tidak menciptakan peluang berarti, serta kesulitan menemukan ruang di tengah rapatnya pertahanan Kongo.
Penampilan tersebut kontras dengan para bintang lain yang lebih dulu tampil gemilang di awal turnamen.
Seperti Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Erling Haaland yang sama-sama mencetak lebih dari satu gol untuk negaranya.
Bahkan sejak mencetak gol penalti ke gawang Ghana pada Piala Dunia 2022, Ronaldo tercatat belum mencetak gol lagi dalam 10 pertandingan berturut-turut di ajang Piala Dunia dan Piala Eropa.
Roberto Martinez Bela Ronaldo
Meski mendapat banyak kritik, pelatih Portugal Roberto Martinez menolak menyalahkan Ronaldo atas hasil imbang tersebut.
Menurut Martinez, masalah utama Portugal justru terletak pada minimnya suplai bola ke lini depan setelah mereka unggul lebih dahulu.
“Setelah gol pertama, kami tidak cukup sering masuk ke sepertiga akhir lapangan untuk memberikan layanan yang dibutuhkan penyerang dan memanfaatkan pergerakannya,” ujar Martinez.
Ia juga menegaskan masih percaya kepada Ronaldo sebagai sosok yang mampu menjadi pembeda dalam situasi sulit.
“Tidak masuk akal menarik keluar pencetak gol terbanyak dalam sepak bola dunia ketika tim sedang membutuhkan gol,” katanya.


