Jakarta – Grup band skatepunk asal Jakarta, Man Sinner, dipastikan akan tampil di JAKALCER FEST 2026 pada 22 Juni mendatang di Pasar Seni Ancol. Penampilan ini menjadi bagian dari promosi single terbaru mereka berjudul “Kembali” yang dijadwalkan rilis pada 2 Juli 2026.
Kehadiran Man Sinner di festival ini sekaligus menandai kembalinya mereka ke panggung besar setelah sempat vakum beberapa tahun.
Man Sinner sendiri dikenal sebagai band skatepunk dengan energi lantang dan pesan sosial yang kuat. Band ini digawangi oleh Achmad Alwan Damanik (vokal/gitar), Agga Satria Prabowo (lead gitar), Nero Riansyah (bass/vokal latar), dan Agung Bahtiar (drum).
Mereka pertama kali mencuri perhatian lewat album debut “Bumi Menangis” yang berisi 15 lagu dengan tema sosial, termasuk single “Akhiri Perpecahan” yang menyerukan persatuan di tengah polarisasi masyarakat.
“Kami merasa terhormat bisa tampil di acara JAKALCER FEST 2026. Terima kasih kepada IMARINDO dan Ancol yang sudah memberikan kesempatan,” tutur personel Man Sinner.
Festival JAKALCER FEST 2026 sendiri merupakan bagian dari rangkaian program menuju 5 Abad Kota Jakarta sekaligus upaya menghidupkan kembali Pasar Seni sebagai pusat aktivitas seni, budaya, dan ekonomi kreatif.
Mengusung tema “Seamphony of The Arts”, acara yang digelar oleh PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk ini berlangsung selama 10 hari, mulai 19–28 Juni 2026. Selama penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati pertunjukan musik, pameran karya kreatif, bazar UMKM, workshop, hingga kuliner Nusantara dan Betawi.
Sejumlah musisi turut meramaikan festival ini, di antaranya Efek Rumah Kaca, Magicpie, The Banery, Skandal, Biru Baru, dan Sukses Lancar Rejeki.
Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Rahmaniar, menyampaikanbahwa JAKALCER bukan sekadar festival, tetapi bagian dari upaya Ancol menghidupkan kembali Pasar Seni sebagai rumah kreativitas Jakarta.
Kehadiran Man Sinner di JAKALCER FEST 2026 menjadi simbol penting bagi perjalanan mereka. Lewat single “Kembali”, mereka ingin menegaskan eksistensi sekaligus menyampaikan pesan bahwa musik punk tetap relevan sebagai suara perlawanan dan solidaritas.
Lagu ini diharapkan menjadi anthem baru yang menguatkan semangat persatuan, sekaligus memperluas jangkauan mereka di tengah ekosistem musik independen Indonesia. []


