PT DSI Perkuat Ekosistem Ekspor Komoditas Strategis melalui Pilot Platform

Jakarta — PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI melanjutkan langkah penguatan tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia melalui pelaksanaan platform pilot.

Direktur Keuangan dan Treasury DSI Sinthya Roesly mengatakan pilot ini bertujuan untuk menguji sistem portal DSI, yaitu NADI (National Data Intelligence), yang akan diluncurkan secara bertahap kepada eksportir.

Ia menyebutkan, pelaksanaan ini melibatkan enam asosiasi industri, yaitu Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia Indonesian Coal Mining Association (APBI-ICMA), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), dan Indonesian Mining Association (IMA).

Sinthya Roesly menjelaskan, pilot ini merupakan langkah konkret untuk membangun sistem yang semakin terintegrasi dengan kebutuhan pemerintah dan dunia usaha.

“Sebagai satu kesatuan yang kuat dalam meraih cita-cita bersama,ekosistem yang ingin kita ciptakan harus dibangun bersama-sama baik dengan pemerintah dan juga para pelaku industry,” kata dia dalam keterangannya dikutip Sabtu, 3 Oktober 2026.

Prioritas DSI adalah meningkatkan transparansi dan visibilitas, sekaligus memastikan kegiatan ekspor tetap berjalan lancar.

“Melalui pilotini, kami dapat mendengar masukan, menguji proses bersama, dan terus menyempurnakan sistem yang dibangun. Tujuan akhirnya adalah menciptakan ekosistem ekspor yang lebih transparan, terkoordinasi dan memberikan kepercayaan yang lebih besar kepada pelaku usahaserta pasar global terhadap komoditas strategis Indonesia,” ujar Sinthya.

Turut hadir perwakilan Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Lembaga National Single Window (LNSW), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Bank Indonesia.

Keterlibatan pemerintah dan industri sejak tahap pilot menjadi bagian penting untuk memastikan penguatan tata kelola ekspor dilakukan secara bertahap, terukur, dan kolaboratif, sekaligus tetap mendukung kelancaran perdagangan dan kepastian bagi pelaku usaha. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Kembali Berulah, Dua Residivis Maling di Mamuju Ditangkap Polisi

Mamuju - Kembali berulah, dua residivis maling, EG dan...

Wantimpres Prabowo 26 Orang: Seberapa Mahal Harga Sebuah Nasihat?

*Opini: Achmad Nur Hidayat, Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik...

Kapolri Jenderal Suyudi Rombak Besar-besaran di Tubuh Polri

JAKARTA, Opsi.id  – Polri melakukan mutasi terhadap 88 perwira...

Pramono Anung Siapkan Penguatan Pembiayaan dan BUMD Jakarta melalui Empat Ranperda Strategis

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan penjelasan...

Gubes ITPLN Ungkap Strategi Penyerapan 5,52 Juta Lapangan Kerja dari PLTS 100 GWp

Jakarta - Guru Besar Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof....

Pramono Anung Tinjau Mal Pelayanan Publik Jakarta, Dorong Digitalisasi untuk Kemajuan Investasi

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau Mal...

Tiga Anak Terjebak Saat Rumah Terbakar di Cirebon, Bocah 3 Tahun Diselamatkan Petugas Damkar

Cirebon — Kepanikan terjadi di Perumahan Bumi Cirebon Adipura,...

Lindee Cremona Raih Penghargaan Lagu Anak di Indomusik Awards 2026

Jakarta - Di tengah minimnya pasokan lagu anak yang...

Berita Terbaru

Popular Categories