Home News Erick Thohir Geram ke Toilet SPBU Pertamina Bayar Rp2.000

Erick Thohir Geram ke Toilet SPBU Pertamina Bayar Rp2.000

0
0

Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir geram begitu mengetahui fasilitas toilet di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Pertamina, masyarakat harus mengeluarkan kocek senilai Rp2.000-Rp4.000.

Erick baru mengetahui itu usai melihat poster yang terpampang di tembok toilet di salah satu SPBU di Kecamatan Malasan, Probolinggo, Jawa Timur.

Dalam poster itu tertera tarif pemakaian toilet sebesar Rp2.000 untuk buang air kecil dan Rp4.000 ribu untuk sekali buang air besar dan mandi.

Temuan eks Presiden klub Inter Milan ini pun diunggah dalam format video melalu akun Instagram miliknya @erickthohir pada Senin, 22 November 2021.

Dalam video berdurasi 1 menit lebih ini, Erick tampak berbincang dengan seorang pria yang diketahui sebagai penjaga toilet.

“Ini pom bensin swasta?” tanya Erick membuka percakapan dengan pria penjaga toilet yang saat itu memakai topi dan sweater warna merah.

“Iya,” jawab penjaga toilet tersebut.

“Kalau yang mau pakai bayar Rp2.000. Kalau buang air dan mandi bayar Rp4.000. Kenapa gak gratis? Kan ini fasilitas umum,” cecar Erick.

“Saya kurang tahu, soalnya saya cuma kerja pak,” jawab penjaga toilet.

Erick kemudian menanyakan siapa pemilik SPBU yang telah memberlakukan peraturan toilet berbayar itu.

“Bapak Agus,” ungkap penjaga toilet.

“Ya sudah nanti ditelepon. Kenapa toilet saja musti bayar. Kan padahal sudah bisnis bensin,” ujarnya.

Di penghujung video, Erick menegaskan kepada direksi Pertamina, fasilitas umum seperti toilet seharusnya gratis, karena sudah dapat untung dari jualan bensin.

“Harusnya gratis, karena kan sudah dapat dari jualan bensin. Udah gitu ada juga toko kelontongnya. Jadi masyarakat mustinya mendapat fasilitas tambahan. Saya minta direksi Pertamina harus perbaiki. Dan saya minta nanti seluruh kerja sama dengan pom bensin swasta yang di bawah Pertamina, toiletnya enggak boleh bayar. Harus gratis,” kata Erick Thohir. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here