Hukum Senin, 14 November 2022 | 11:11

Keluarga yang Tewas Membusuk di Kalideres Sempat Tolak Kedatangan Jumantik

Lihat Foto Keluarga yang Tewas Membusuk di Kalideres Sempat Tolak Kedatangan Jumantik Rumah satu keluarga tewas berlokasi di Perumahan Citra Satu Kalideres, Jakarta Barat, Jumat, 11 November 2022. foto: ANTARA/Walda

Jakarta - Kapolsek Kalideres AKP Syafri Wasdar mengatakan keluarga yang ditemukan tewas misterius di perumahan Citra Satu Kalideres Jakarta Barat sempat menolak kedatangan tim juru pemantau jentik (jumantik) yang ingin masuk ke rumah.

Menurut dia, pada September 2022 lalu, tim jumantik tidak diperbolehkan masuk ke dalam rumah mereka di Kalideres.

Baca jugaIni Barang-barang yang Dibawa Puslabfor dari TKP Tewasnya Keluarga di Kalideres

"Terakhir bulan September 2022 petugas jumantik mau datang ingin cek keadaan rumah. Petugas jumantik tidak boleh masuk," kata AKP Syafri Wasdar kepada wartawan di Jakarta, dikutip Senin, 14 November 2022.

Dia menyebut keluarga yang ditemukan tewas misterius itu juga dikenal tertutup, dalam artian tidak pernah berkomunikasi dengan tetangga dan sanak saudara.

"Keluarga ini terkesan menjauhkan diri dari keluarga inti yang mana dia berkomunikasi terakhir lebih dari satu tahun lalu, komunikasi via telepon, dan untuk bertemu lebih dari lima tahun lalu dan itu hanya sebatas mengucapkan selamat ulang tahun," ucapnya.

Baca jugaPolisi Jelaskan Kronologi Penemuan Mayat Sekeluarga di Kalideres

AKP Syafri mengungkap hal itu setelah memeriksa dua saudara dari keluarga korban.

Menurut dia, tidak hanya kepada pihak keluarga, empat orang yang ditemukan sudah dalam kondisi tewas di dalam rumah Kalideres itu juga menutup diri dari lingkungan sekitar alias tidak berkomunikasi dengan tetangganya.

Karena kondisi tersebut, kata dia, keluarga pun kesulitan mengetahui kabar terbaru dari korban.

Kondisi itu pula yang mempersulit pihak kepolisian untuk mencari tahu lebih dalam tentang keluarga tersebut.

Lebih lanjut, Syafri juga menanggapi kabar bawah keluarga korban meninggal karena tidak makan dalam waktu lama.

Baca jugaSatu Keluarga yang Tewas di Kalideres Diduga Sudah Lama Tidak Makan

"Berdasarkan hasil pemeriksaan tidak ditemukan sisa atau bekas makanan di lambung, itu keterangan sementara, belum tentu menjadi penyebab kematian," kata dia.

Hingga saat ini, pihaknya masih terus melakukan penyidikan untuk mengungkap penyebab utama tewas satu keluarga tersebut.

Penemuan mayat itu berawal ketika ketua RT setempat mencium bau busuk dari dalam rumah korban pada Kamis, 10 November 2022 sekitar pukul 18.00.

Ketua RT langsung melapor ke Polsek Kalideres terkait temuan bau busuk itu. Bersama polisi, ketua RT akhirnya memaksa masuk ke dalam rumah tersebut.

"Saat itu pagar rumah dan pintu utama terkunci," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Pasma Royce, Jumat, 11 November 2022.

Ketika pintu utama dibuka, petugas mendapati empat mayat di tiga ruangan berbeda, yakni ruang tamu, kamar tengah dan ruang belakang. Polisi langsung melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi.

Setelah itu, keempat korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati (Jakarta Timur) untuk proses autopsi. Polisi tidak menemukan tanda bekas kekerasan dengan benda tumpul atau benda tajam di tubuh korban. [Antara]

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya