News Jum'at, 13 Februari 2026 | 18:02

Stok Beras Tembus 4,2 Juta Ton, Mentan Minta Tambahan Dana Gudang Bulog ke Menkeu

Lihat Foto Stok Beras Tembus 4,2 Juta Ton, Mentan Minta Tambahan Dana Gudang Bulog ke Menkeu Gudang Bulog. (Foto:Istimewa)

Jakarta - Cadangan beras pemerintah mencetak rekor baru. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan stok CBP per Juni 2025 telah mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

Angka itu diproyeksikan terus meningkat sepanjang 2026.

Lonjakan stok disampaikan Amran dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026. Ia menegaskan produksi beras nasional sedang naik signifikan.

Masalah muncul pada kapasitas penyimpanan. Gudang milik Perum Bulog hanya mampu menampung sekitar 3 juta ton. Saat ini Bulog bahkan telah menyewa gudang tambahan berkapasitas 1 juta ton.

Amran secara terbuka meminta dukungan anggaran kepada Menteri Keuangan agar Bulog dapat menambah kapasitas sewa gudang.

Ia menekankan permintaan itu bukan untuk kepentingan sektor pertanian, melainkan menjaga stabilitas stok nasional.

Menurut perhitungannya, dalam tiga bulan ke depan stok beras bisa menembus 6 juta ton. Angka tersebut dua kali lipat dari kapasitas gudang eksisting.

Penyerapan gabah dari dalam negeri juga terus digenjot. Berdasarkan laporan yang diterima Badan Pangan Nasional, per 22 Januari 2026 Bulog telah mengadakan setara beras produksi dalam negeri sebanyak 15,6 ribu ton.

Sebanyak 13,5 ribu ton dialokasikan untuk CBP dan 2 ribu ton untuk kebutuhan komersial.

Amran optimistis pada Mei atau Juni stok bisa berada di kisaran 5 hingga 6 juta ton. Ia menyebut capaian itu belum pernah terjadi sejak Indonesia berdiri.

Saat ini stok tercatat 3,3 juta ton dan Indonesia memasuki masa panen. Dengan proyeksi surplus tersebut, Amran menegaskan tidak ada alasan harga beras naik di pasar.[]

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya