News Selasa, 03 Februari 2026 | 19:02

Strategi Pramono Anung agar Perputaran Ekonomi Jakarta saat Imlek hingga Idulfitri Positif

Lihat Foto Strategi Pramono Anung agar Perputaran Ekonomi Jakarta saat Imlek hingga Idulfitri Positif Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama mantan Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil dalam forum Indonesia Economic Summit (IES) di Hotel Shangri-La Jakarta, pada Selasa, 3 Februari 2026. Foto: Morteza Syariati Albanna. ‎
CTYPE html>

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan jajaran Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat telah menggelar rapat koordinasi dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek pada 17 Februari 2026 mendatang.

‎Pramono Anung mengungkapkan, usai rapat tersebut, ada beberapa kegiatan meriah yang telah disepakati, antara lain perayaan capgome di Lapangan Banteng dan Glodok, serta bermacam pawai seperti barongsai di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin.

‎"Termasuk kemudian kalau dilihat mulai sekarang kan beberapa gedung ada pemasangan lampion, terutama di SCBD dan sebagainya," kata kata Pramono usai menjadi pembicara dalam forum Indonesia Economic Summit (IES) di Hotel Shangri-La Jakarta, pada Selasa, 3 Februari 2026.

‎Pramono menegaskan, perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini tidak kalah meriah dengan event Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kemarin.

‎"Jadi prinsipnya akan kami buat lebih colorful, meriah seperti ketika kita menyambut Natal kemarin dan itu akan berakhir tanggal 17 Februari 2026 karena tanggal 18 sudah mulai puasa (bulan Ramadan)," ujar politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu.

‎Selanjutnya, Pemprov DKI Jakarta juga sudah mengonsep agar suasana bulan Ramadan hingga Idulfitri di Jakarta dibuat semenarik mungkin.

‎"Suasananya total nanti akan kita ganti dengan menyambut puasa sampai dengan Idulfitri. Jadi Jakarta saya yakin akan menjadi lebih menarik dan colorful, terutama ketika tanggal 18 Februari sampai dengan Idulfitri," katanya.

‎Maka itu, untuk membuat tren perputaran ekonomi berjalan positif, Pemprov DKI akan memberikan insentif pajak bagi beberapa pusat perbelanjaan.

‎"Kalau mereka memberikan diskon, supaya belanja di Jakarta juga menjadi lebih murah," ujar dia.

‎Pramono mengungkapkan, berdasarkan catatannya pada Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin saja, Pemprov DKI Jakarta berhasil merangsang perputaran ekonomi yang positif, bahkan diklaim sampai memecahkan rekor.

‎"Pengalaman kami kemarin ketika menyambut Natal sampai Akhir Tahun Baru 2026 itu transaksinya sampai dengan Rp15,2 triliun dan itu rekor yang pernah diperoleh oleh Jakarta," ucapnya.

‎Pramono lebih lanjut menerangkan, Pemprov DKI akan menyelenggarakan lomba serta pemberian insentif pajak pada sektor tertentu demi menggeliatkan roda perputaran ekonomi di ibu kota.

‎"Karena itu tadi kami lombakan. Kami berikan insentif pajak dan jamnya juga diperbolehkan sampai jam malam dan itulah yang membuat Jakarta begitu menarik ketika Natal dan tahun baru kemarin," kata Pramono Anung. []

Berita Terkait

Berita terbaru lainnya