Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar bersama generasi muda serentak melakukan penanaman 86.000 pohon untuk pemulihan lingkungan di seluruh Indonesia.
Aksi ini diinisiasi Green Leader Indonesia (GLI), pramuka, pelajar dan mahasiswa serta komunitas pemuda.
Secara daring dari Desa Datah, Kabupaten Karangasem, Bali, terungkap berbagai pandangan generasi lingkungan Indonesia, yang membangun optimistik bagi kemajuan bangsa dengan langkah bersama memulihkan lingkungan.
“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita bersama-sama menyelesaikan, membantu, bekerja dengan fasilitasi pemerintah pusat dan daerah untuk memulihkan lingkungan,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dilihat di akun Twitter, Selasa, 21 Desember 2021.
Menurut dia, menanam pohon untuk pemulihan lingkungan cukup ideal dengan Unit Usaha Pengelolaan Sumberdaya Alam (UPSA).
UPSA merupakan upaya konservasi tanah dan air komprehensif pada landscape dengan teknik kta, konservasi tanah dan air seperti terasering, pembuatan teras dan saluran pembuangan air dll dengan memperhatikan kemampuan dan kesesuaian lahan.
“Pada skala lebih besar, UPSA juga termasuk dalam langkah mitigasi kebencanaan, dan pengendalian perubahan iklim, mengatasi bencana hidrometeorologi,” katanya
Dikatakannya, ada cara untuk mengelola alam dengan baik, perilaku alam juga bisa dipelajari, seperti dengan peramalan cuaca, neraca air atau water balance, meandering sungai atau stream, dll.
“Maka bersama Green Leaders Indonesia, kita bekerja dalam pemahaman dan teknik pengelolaan alam yang tepat dengan dasar-dasar ilmu pengetahuan, dengan langkah-langkah yang sistematis dan terukur. Menangani alam ini perlu pengetahuan, dedikasi dan kerja nyata,” tukas dia.
Menteri Nurbaya kemudian menyampaikan terima kasih kepada generasi muda Indonesia dan koordinator nasional GLI untuk kegiatan dimaksud, yakni Didik Aprilianto dalam inisiasi gerakan “Kaum Muda Menanam” dan membangun tekad serta langkah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban pada konteks lingkungan dunia.
“Sekali lagi, terima kasih generasi muda Indonesia, generasi lingkungan yang beraksi dan bergerak secara nyata melakukan upaya pemulihan dan pelestarian lingkungan,” katanya.[]




