‎‎El Nino Picu Dehidrasi hingga ISPA, Dinkes DKI Imbau Warga Batasi Aktivitas Luar Ruang‎‎

Tanggal:

 Jakarta – Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengingatkan bahwa fenomena El Nino ekstrem berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat. ‎‎

Menurut dia, kondisi ini ditandai dengan kenaikan suhu yang signifikan, kekeringan, serta penurunan kualitas udara. Kondisi ini terjadi secara bersamaan dan memperburuk risiko kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

‎‎Ani menjelaskan, suhu udara yang tinggi tidak hanya meningkatkan risiko heatstroke dan dehidrasi. Tetapi juga dapat memperparah penyakit kronis seperti jantung dan paru-paru. ‎‎

Di sisi lain, kualitas udara yang menurun, termasuk meningkatnya kadar partikulat halus, turut berkontribusi terhadap lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).‎‎

Menurutnya, dampak El Nino terhadap kesehatan akan sangat dirasakan oleh populasi rentan seperti anak-anak, lansia, serta individu dengan kondisi kesehatan tertentu. ‎‎

Adapun beberapa risiko yang perlu diwaspadai antara lain dehidrasi akibat paparan suhu tinggi yang menyebabkan kehilangan cairan tubuh secara cepat.‎‎

Selain itu, kemarau panjang juga berpotensi meningkatkan polusi udara. Tentu dapat memperburuk gangguan pernapasan seperti asma dan penyakit saluran napas lainnya. ‎

Tidak hanya itu, suhu tinggi dan kelembapan rendah juga dapat memicu masalah kulit, seperti kulit kering dan iritasi.‎‎

“Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar menerapkan langkah-langkah pencegahan,” kata Ani dalam keterangannya dikutip Kamis, 16 April 2026.‎‎

Risiko Heatstroke dan Penyakit Kronis

Ani menjelaskan, warga diharapkan memperbanyak mengonsumsi air putih guna mencegah dehidrasi. Selain itu, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi paparan polusi udara.‎‎

“Masyarakat juga disarankan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat suhu sedang tinggi. Khususnya pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB,” tuturnya.‎‎

Ia menambahkan, penggunaan pelindung diri seperti topi atau payung juga dianjurkan saat berada di luar ruangan. Selain itu, penggunaan tabir surya dengan SPF yang memadai penting dilakukan untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet.

Ani meminta warga untuk secara rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Hal ini penting guna mengetahui kondisi terkini serta mengantisipasi potensi risiko kesehatan.

‎‎”Dinkes DKI berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan serta menerapkan pola hidup sehat selama periode El Nino, guna meminimalkan dampak buruk terhadap kesehatan,” kata Ani. []

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Bagikan berita:

spot_imgspot_img

Populer

Baca Berita Lain
Terkait

Buntut Ceramah di UGM, JK Kembali Dilaporkan Forum Persatuan Islam Indonesia ke Polda Metro Jaya

Jakarta - Buntut ceramahnya di Masjid UGM pada 5...

BBM Nonsubsidi Naik Tajam Gegara Perang Iran, Ini Harga Terbaru

Jakarta – PT Pertamina (Persero) akhirnya menaikkan harga sejumlah...

Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi April 2026

Jakarta – PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga sejumlah...

Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis, Wali Kota Wesly: Bukti Nyata Harmoni Keberagaman di Pematangsiantar

Pematangsiantar – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn...