BUDAPEST, Opsi.id – Final Liga Champions 2025/2026 antara Arsenal dan Paris Saint-Germain (PSG) di Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026) pukul 23.00 WIB.
Laga diprediksi tidak akan berjalan sesuai ekspektasi banyak pihak.
Laga ini selama beberapa pekan terakhir digambarkan sebagai pertarungan antara serangan terbaik melawan pertahanan terbaik di Eropa.
PSG tampil sebagai tim paling produktif di kompetisi musim ini.
Sementara Arsenal hanya kebobolan rata-rata 0,43 gol per pertandingan sepanjang perjalanan mereka menuju final.
Namun, di balik statistik tersebut, kedua pelatih diyakini telah menyiapkan berbagai kejutan taktik.
Pelatih PSG, Luis Enrique, menunjukkan sepanjang musim bahwa timnya mampu beradaptasi dengan berbagai situasi pertandingan.
Saat menghadapi Bayern Munchen di semifinal, PSG tampil sangat agresif pada leg pertama yang berakhir dengan skor 5-4.
Baca juga: Kabar Baik Arsenal, Madueke Dipastikan Tak Cedera Serius Jelang Final Liga Champions
Akan tetapi, pada leg kedua mereka justru bermain lebih pragmatis. Fokus menutup ruang, mengontrol tempo, dan mengganggu alur permainan lawan.
Meski dikenal sebagai tim menyerang, PSG bahkan hanya menguasai bola 27 persen pada babak kedua leg penentuan tersebut.
Strategi itu menunjukkan bahwa Les Parisiens tidak selalu bergantung pada penguasaan bola untuk meraih kemenangan.
Di kubu Arsenal, Mikel Arteta juga dikenal sebagai pelatih yang gemar melakukan penyesuaian taktik.
Dalam beberapa musim terakhir, The Gunners identik dengan permainan berbasis penguasaan bola dan kombinasi umpan cepat.
Namun musim ini mereka bertransformasi menjadi tim yang lebih fisik, lebih kompak, dan lebih berhati-hati dalam mengambil risiko.

