Arsenal kini lebih mengandalkan kesalahan lawan. Momen individu pemain, serta kekuatan bola mati yang menjadi salah satu senjata utama mereka sepanjang musim.
Meski demikian, Arteta memiliki opsi untuk kembali menggunakan gaya permainan menyerang yang sempat menjadi ciri khas timnya.
Dengan kondisi kebugaran Martin Odegaard dan Bukayo Saka yang telah membaik, Arsenal berpeluang kembali mengandalkan kombinasi permainan kreatif.
Yang sukses membawa mereka bersaing di papan atas dalam beberapa musim terakhir.
Menjelang final, muncul spekulasi bahwa Arteta akan memainkan kombinasi lini tengah yang lebih ofensif.
Dengan menurunkan Odegaard, Eberechi Eze, Myles Lewis-Skelly, dan Declan Rice secara bersamaan.
Jika itu terjadi, gelandang bertahan Martin Zubimendi yang selama ini menjadi pemain penting berpotensi harus memulai laga dari bangku cadangan.
Fleksibilitas skuad menjadi salah satu keunggulan Arsenal musim ini. Setelah klub menggelontorkan lebih dari 300 juta dolar AS untuk mendatangkan delapan pemain baru.
Baca juga: Arsenal vs PSG: Mimpi Sejarah atau Dinasti Baru? Final Liga Champions Siap Membakar Budapest
Investasi besar tersebut dilakukan demi menambah kedalaman skuad. Setelah beberapa kali gagal meraih gelar akibat badai cedera dan tipisnya pilihan pemain.
Sementara itu, PSG datang dengan skuad yang lebih stabil.
Jika Achraf Hakimi dinyatakan fit, Luis Enrique diperkirakan tidak akan melakukan banyak perubahan pada susunan pemain inti.
Arsenal melihat final ini sebagai kesempatan emas untuk mengakhiri penantian panjang meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Di sisi lain, PSG bertekad mempertahankan gelar. Dan menjadi tim pertama selain Real Madrid yang mampu menjuarai Liga Champions secara beruntun dalam 36 tahun terakhir.
Luis Enrique bahkan menegaskan timnya saat ini lebih matang, lebih berpengalaman, dan lebih siap dibandingkan musim lalu.
Kini, tinggal menunggu siapa yang mampu menuliskan sejarah baru di Budapest.
Arsenal mengincar mahkota Eropa perdana. Sedangkan PSG berusaha mempertegas status mereka sebagai kekuatan baru sepak bola benua biru. [espn]

