Silmy Karim Cs Jadi Tersangka, KPK Beberkan Nilai Pemerasan Ratusan Miliar

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap nilai dugaan pemerasan dalam kasus pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) yang menjerat Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim, bersama sejumlah pejabat imigrasi lainnya mencapai ratusan miliar rupiah.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan besarnya nilai dugaan pemerasan tersebut saat memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis, 4 Juni 2026.

“(Nilai pemerasannya) mencapai ratusan miliar,” kata Budi.

Meski demikian, KPK belum membeberkan secara rinci kronologi maupun modus operandi yang digunakan para tersangka. Penyidik juga masih mendalami aliran dana yang diduga diterima masing-masing pihak yang terlibat.

Dijerat Pasal Pemerasan dan Gratifikasi

Budi menjelaskan para tersangka dijerat dengan Pasal 12 huruf e Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi terkait dugaan pemerasan dalam pengurusan dokumen keimigrasian.

Selain itu, penyidik juga menerapkan Pasal 12B mengenai penerimaan gratifikasi yang diduga berkaitan dengan proses pelayanan keimigrasian.

Menurut KPK, unsur pidana dalam kedua pasal tersebut telah terpenuhi berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan awal.

“Pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan memenuhi unsur pasal-pasal tersebut,” ujar Budi.

Delapan Pejabat Imigrasi Jadi Tersangka

Dalam perkara ini, KPK menetapkan delapan tersangka yang berasal dari lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.

Mereka adalah Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim, mantan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi periode 2024–2025 Saffar Muhammad Godam, serta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Barat Jaya Saputra.

Selain itu, KPK juga menetapkan Kasubdit Alih Status Izin Tinggal Ditjen Imigrasi Tessar Bayu Setyaji, Kasubdit di Direktorat Izin Tinggal Bagus Bramantyo, serta Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat periode 2025–2026 Ronald Arman Abdullah.

Dua nama lainnya adalah Ketua Tim Alih Status ITAS Juniadi Sri Priambudi dan Staf Subdirektorat Izin Tinggal Gusti Benardiansyah.

OTT Berawal dari Pengurusan Izin Tinggal WNA

Kasus ini terungkap setelah KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta Barat pada 2-3 Juni 2026.

Dalam operasi tersebut, belasan orang diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik kemudian mengembangkan perkara hingga menetapkan delapan tersangka.

Selain menangkap sejumlah pihak, KPK juga menyita berbagai barang bukti. Di antaranya empat unit mobil, sembilan sepeda motor, dan tujuh sepeda yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Penyidik turut mengamankan mata uang asing berupa dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura. Selain itu, sejumlah logam mulia emas juga disita dalam operasi tersebut.

KPK memastikan penyidikan masih terus berjalan. Lembaga antirasuah itu kini mendalami aliran dana, peran masing-masing tersangka, serta kemungkinan adanya pihak lain yang turut menikmati hasil dugaan pemerasan dalam pengurusan dokumen keimigrasian bagi warga negara asing.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

BERITA TERKINI

News Anchor Bongkar Cerita di Balik Layar TV

Jakarta - Sederet pembaca berita alias news...

Video Bokep 19 Detik di Emperan Toko Magelang, Viral di Media Sosial

Jakarta - Sebuah video bokep berdurasi 19 detik berisi...

Foto: Achmad Megantara, Perankan Rangga di Sinetron Dewi Rindu

Jakarta - Aktor muda Achmad Megantara didaulat untuk berperan...

Dihina Gurunya, Siswi SMP di Medan Didatangi Polisi

Medan - Seorang siswi SMP Negeri 28 Kota Medan,...

Ahok Jawab Desas-desus Jadi Kepala Otorita Ibu Kota Negara di Kaltim

Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja...

Iman J-Rocks dan Shenyliega Hadirkan Single Duet Maumu Apa

Jakarta - Kolaborasi musikal penuh warna hadir lewat duet...

Penyanyi Solo, Baidowi Rilis Single Menginginkanmu

Jakarta - Penyanyi solo. Baidowi kembali hadir dengan karya...

Annisa Dalimunthe dan Ikmal Tobing Sambangi Sekolah Dasar untuk Sebar Rasa Nasionalisme

Jakarta - – Penyanyi cilik Annisa Dalimunthe bersama drummer...

Sidang Uji Materi UU Pelindungan Data Pribadi di MK Ditunda, Pardamean Sihombing: Dijadwal Ulang 11 Agustus

JAKARTA, Opsi.id  – Mahkamah Konstitusi (MK) menunda sidang lanjutan...

Prabowo Perintahkan Bahlil Atasi Pemadaman Listrik, Harga BBM Subsidi Tetap Tak Naik

JAKARTA, Opsi.id  – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kementerian Energi...

Lansia di Deli Serdang Tewas Dibunuh, Oknum Polisi Ditangkap Polisi

Penulis: Rahmat Hidayat DELI SERDANG, Opsi.id  – Misteri kematian seorang...

Dukcapil Catat 764 Warga Indonesia Bernama ‘Indonesia’, Ribuan Lainnya Bernama Merdeka dan Garuda

JAKARTA, Opsi.id  – Fakta unik terungkap dalam Rapat Koordinasi...

Berita Terbaru

Popular Categories