Jakarta – Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk terus fokus dalam mengatasi persoalan banjir, kemacetan dan krisis ekonomi warga Jakarta.
Hal itu William ingatkan pada Senin, 22 Juni 2026, yang bertepatan dengan HUT Kota Jakarta ke-499. Ia pun menyertakan harapan-harapannya untuk pembangunan ibu kota yang lebih baik ke depannya.
Terkait dengan masalah-masalah pembangunan yang mendasar, William mendesak Gubernur DKI Jakarta beserta jajarannya di Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menuntaskan masalah banjir dan kemacetan.
“Di momen perayaan HUT ke-499 Jakarta ini, saya harap Mas Pram dapat menyelesaikan beberapa masalah Jakarta yang mendasar. Di antaranya masalah-masalah banjir dan kemacetan yang jadi masalah klasik dan masih saja belum bisa diselesaikan secara tuntas,” kata William dalam keterangannya dikutip Selasa, 23 Juni 2026.
Menurut dia, problem banjir dan kemacetan ini bukannya surut alias membaik, tapi malah menjadi semakin parah di beberapa tempat.
”Terlebih di wilayah-wilayah yang banyak galiannya, genangan air kian banyak muncul dan jalanan yang terdampak juga menjadi semakin macet. Jadi, masalah-masalah yang ada bukannya selesai, tetapi malah bertambah kompleks,” tutur dia.
Selain banjir dan macet, William turut menyorot isu penanganan sampah setelah Jakarta tidak bisa lagi membuang semua jenis sampahnya ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat.
“Setelah kita tidak bisa membuang semua jenis sampah ke Bantargebang, Pemprov DKI mesti menyiapkan infrastruktur yang memadai agar masyarakat dapat memilah dan mengolah sampahnya masing-masing. Sosialisasi yang nyatanya masih minim di lapangan juga perlu digencarkan kembali,” ujarnya.
Selain berbagai isu klasik, William menegaskan bahwa Jakarta menghadapi masalah-masalah mendesak di bidang perekonomian yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakatnya dan menuntut solusi-solusi memuaskan.
“Kemudian, seperti di banyak daerah lainnya, Jakarta sedang dilanda oleh masalah perekonomian. Kesempatan kerja menyusut, tapi ongkos kebutuhan hidup terus bertambah dari waktu ke waktu. Saya ingin Pemprov DKI juga mencurahkan perhatian terhadap permasalahan ini,” ucapnya.
Menurut dia, program penciptaan lapangan kerja padat karya harus berjalan secara optimal dan transparan dalam menyerap tenaga-tenaga kerja Jakarta.
”Kebutuhan-kebutuhan dasar warga Jakarta, seperti ketersediaan pangan harus dipastikan memadai. Tapi, kebutuhan-kebutuhan lainnya seperti hunian juga harus bisa dipenuhi dengan membangun lebih banyak lagi rusun terjangkau,” ujarnya.
Dengan begitu, William berharap Jakarta bisa menjadi kota yang lebih adil, makmur, inklusif, dan maju lagi ke depannya.
”Di mana, mimpi kita untuk menjadi ‘Kota Global’ bisa diraih karena Pemprov DKI Jakarta dan masyarakatnya mampu berinovasi dan berkolaborasi dalam mencapai tujuan-tujuan bersama,” kata William Aditya Sarana. []


