Jakarta – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) August Hamonangan menyorot kondisi Rukun Warga (RW) kumuh yang masih banyak di Jakarta. Padahal, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengidamkan Jakarta masuk kota global.
August menekankan pekerjaan rumah atau PR besar Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Jakarta adalah untuk menata dan merenovasi RW kumuh tersebut demi menjadikannya tempat lebih baik untuk ditinggali oleh masyarakat.
“Terkait dengan RW kumuh, kemarin kita mendapatkan informasi kalau jumlahnya masih banyak ya. Sebenarnya, teman-teman Komisi D di DPRD juga sudah menyampaikannya kepada DPRKP,” kata August dalam Rapat Banggar yang juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, pada hari Selasa (23/6/2026) lalu.
“Ini merupakan permasalahan yang besar Pak Sekda dan jajaran. Karena sampai dengan saat ini, masih ada 211 RW yang tergolong kumuh di Provinsi DKI Jakarta,” ujar anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.
Kendati mengakui adanya kemajuan dalam penataan dan pengembangan RW kumuh, August menegaskan bahwa ia tetap merasa prihatin.
Menurut dia, dengan ambisi Pramono Anung untuk menjadikan Jakarta ‘Kota Global,’ seharusnya masalah RW kumuh sudah bisa diselesaikan.
Sehingga, lanjut dia, Jakarta bisa membuat warganya hidup layak dan nyaman, serta pembangunan di sektor-sektor lainnya juga mulai dilakukan ketika masalah-masalah yang mendasar sudah diselesaikan.
“Padahal, menurut Gubernur DKI Jakarta, Mas Pram, kota ini mau dinaikkan tarafnya menjadi ‘global city.’ Akan tetapi, sampai dengan saat ini masih ada 211 RW kumuh berdasarkan pendataan pada tahun 2025 lalu,” tutur August.
August menuntut Pemprov DKI Jakarta memprioritaskan perbaikan RW kumuh tersebut.
Selain itu, ia juga meminta adanya kejelasan tentang rencana dan linimasa perbaikan RW kumuh yang dilakukan secepat-cepatnya demi memperbaiki taraf hidup masyarakat dan membangun Jakarta agar layak menyandang status sebagai ‘Kota Global.’
“Sampai sekarang, tidak ada kejelasan tentang kapan adanya perbaikan yang akan dilakukan oleh Pemprov DKI ini. Bukan hanya itu, RW yang sudah ditata sedemikian rapih, layak, dan bagusnya juga membutuhkan perawatan. Jangan sampai ketika Pemprov DKI mengejar perbaikan RW kumuh, RW lainnya yang sudah dibangun kembali jadi tidak diperhatikan. Perawatan dan pembangunannya mesti dilakukan berkala,” kata August Hamonangan. []


