Jakarta – Setelah delapan tahun sejak merilis album terakhir pada 2018, unit post-rock instrumental asal Bandung, Under The Big Bright Yellow Sun (UTBBYS) akhirnya kembali dengan karya penuh yang dinanti.
Album keempat mereka bertajuk “VIRADA” resmi dirilis pada 7 Agustus 2026 melalui kerja sama dengan label rekaman demajors. Kehadiran album ini bukan sekadar penanda kembalinya UTBBYS ke panggung musik, tetapi juga simbol transformasi musikal dan filosofis yang mereka jalani.
Berbeda dengan anggapan umum bahwa perubahan berarti menghapus masa lalu, “VIRADA” justru memandang perubahan sebagai proses menyambungkan kembali bagian-bagian perjalanan yang sempat terputus.
Album ini mengajak pendengar untuk berdamai dengan diri sendiri tanpa harus meniadakan apa yang pernah dilalui.
Filosofi tersebut tercermin dalam enam lagu yang membentuk satu alur cerita utuh, menghadirkan pengalaman mendengarkan yang lebih menyerupai perjalanan batin daripada sekadar rangkaian komposisi musik.
Secara musikal, “VIRADA” menandai fase baru UTBBYS. Album ini menjadi rilisan pertama dengan formasi baru, sekaligus meninggalkan tradisi lama mereka yang selalu menggunakan judul lagu berbahasa Inggris.
Untuk pertama kalinya, seluruh judul lagu ditulis dalam bahasa Indonesia, bahkan beberapa menggunakan kosakata dari bahasa daerah dan Sansekerta. Pilihan ini menjadi antitesis dari identitas UTBBYS di rilisan sebelumnya, sekaligus membuka ruang tafsir baru bagi pendengar.
Dengan pendekatan ini, UTBBYS seolah ingin menegaskan bahwa musik instrumental tidak harus terikat pada bahasa global, melainkan bisa berakar pada kekayaan lokal yang lebih dekat dengan pendengar di tanah air.
Album “VIRADA” terdiri dari enam lagu yang saling terhubung. Perjalanan dimulai dari “Pangawit”, yang berarti awal atau permulaan, sebagai simbol membuka lembaran baru. Kisah kemudian bergerak menuju “Bias”, fase ketika seseorang masih dipenuhi keraguan dan pencarian.
Lagu “Metanoia” menjadi titik perubahan cara pandang, sebelum berlanjut ke “Legawa”, momen ketika seseorang belajar melepaskan apa yang tak lagi bisa dipertahankan. Dari sana lahir “Merdeka”, kebebasan untuk menerima diri sendiri, hingga akhirnya bermuara di “Arunika”, sebuah ruang tenang ketika seseorang memahami arah hidupnya.
Struktur ini membuat album “VIRADA” terasa seperti sebuah narasi utuh, di mana setiap lagu menjadi bab yang menyusun perjalanan menuju kedewasaan emosional.
Sebagai pelengkap, VIRADA juga akan dirilis dalam format compact disc (CD) pada 14 Agustus 2026. Versi fisik ini menghadirkan bonus track eksklusif yang hanya tersedia di CD, yaitu kolaborasi antara UTBBYS dan grup musik Lass.
Lagu “Legawa” milik UTBBYS digabungkan dengan “Journey” milik Lass, menciptakan pengalaman lintas karya yang memperkaya makna album. Kehadiran format fisik ini menjadi bukti bahwa UTBBYS masih menghargai pengalaman mendengarkan musik secara tradisional, di tengah dominasi platform digital.
Lewat album “VIRADA”, UTBBYS tidak sekadar kembali merilis album setelah jeda panjang. Album ini menjadi penanda perubahan, baik dari sisi musikal maupun cara mereka memandang kehidupan.
Sebuah pengingat bahwa terkadang, yang dibutuhkan bukanlah mengulang waktu, melainkan keberanian untuk mengubah arah.
Filosofi ini terasa relevan, terutama bagi pendengar yang mungkin sedang berada di persimpangan hidup, mencari cara untuk berdamai dengan masa lalu dan melangkah ke depan dengan lebih tenang.
Kehadiran “VIRADA” juga memperkuat posisi UTBBYS sebagai salah satu unit post-rock instrumental paling konsisten di Indonesia. Sejak awal berdiri, mereka dikenal dengan komposisi musik yang atmosferik, penuh dinamika, dan mampu menyampaikan emosi tanpa kata-kata.
Dengan album baru ini, UTBBYS menunjukkan bahwa musik instrumental tetap bisa berkembang, bereksperimen, dan menghadirkan makna yang mendalam.
Album “VIRADA” sudah tersedia di seluruh platform musik digital, termasuk Spotify, YouTube Music, TikTok Music, Apple Music, dan Langit Musik. Format CD akan resmi dirilis melalui situs demajors dan seluruh jaringan edar demajors mulai 14 Agustus 2026. []

